SketsaNusantara.id - Kelanjutan masalah konser musik bertajuk Lentera Festival atau Lenfest Tangerang memasuki babak baru.
Diwartakan sebelumnya bahwa konser musik yang menghadirkan Guyon Waton dan NDX AKA ini batal digelar di Lapangan Sepak Bola Kampung Teurep, Desa Suka Asih, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, dan memicu amukan penonton hingga berakhir rusuh.
Akibat kericuhan tersebut, sejumlah alat musik dan sound yang berada di panggung Lesfest rusak dan bahkan panggung dibakar oleh para penonton lantaran kesal dengan panitia yang membatalkan konser secara sepihak.
Tak sampai di situ, bahkan beberapa pagar barikade yang digunakan sebagai pembatas antara panggung utama dengan area penonton pun dijarah dan dibawa pulang sebagai ganti rugi atas biaya tiket yang tidak dikembalikan oleh panitia.
Kericuhan konser Lenfest Tangerang ini pun mendapat atensi dari pihak kepolisian. Tim Gabungan dari Polresta Tangerang melakukan penyelidikan dan berhasil menangkap ketua panitia yang melarikan diri usai melakukan penipuan dan penggelapan uang konser pada hari Rabu, 26 Juni 2024.
Sehari setelah penangkapan ketua panitia Lenfest, para pelaku penjarahan pun dikabarkan telah mengembalikan pagar barikade yang sempat dibawa pulang kepada vendor.
Kabar ini dikonfrimasi oleh Otem selaku pemilik Vendor Mahakarya yang menyediakan properti untuk konser Lenfest Tangerang.
"Iya, Alhamdulillah sejumlah pemuda sudah berbaik hati mengembalikan barang-barang kami yang sempat dijarah usai kerusuhan konser, termasuk pagar barikade," kata Otem dalam video yang diunggah akun Instagram @lambe_turah pada hari Sabtu, 29 Juni 2024.
Otem bersyukur sejumlah pemuda sudah ada yang berniatan baik mengembalikan pagar barikade konser Lenfest meskipun belum kembali seutuhnya.
"Jadi, pagar barikade kita itu ada 183 meter dan yang telah dikembalikan itu baru 3 meter, jadi masih ada 180 meter lagi, jadi mohon kepada yang membawa bisa dikembalikan kepada kita," imbuh Otem.
Tak hanya pagar barikade, Vendor Mahakarya kini masih mencari peralatan musik dan sound yang masih belum ditemukan buntut kerusuhan konser. Pihaknya berharap beberapa peralatan konser lainnya bisa segera dikembalikan.