SketsaNusantara.id – Hari ini, Senin, 24 Juni 2024, Kepolisian Republik Indonesia menyelenggarakan peluncuran Layanan Digital Izin Penyelenggaraan Event di Jakarta.
Presiden Joko Widodo yang hadir untuk meresmikan digitalisasi layanan perizinan ini menyatakan bahwa ini adalah upaya untuk menyederhanakan perizinan event di Indonesia.
Melalui pidatonya, Jokowi menyayangkan betapa ruwetnya urusan perizinan yang harus dibereskan untuk menyelenggarakan acara di Indonesia.
Baca Juga: Bupati Jember, Hendy Siswanto Upayakan Letkol. Inf. Moch. Sroedji Dapat Gelar Pahlawan Nasional
Ia memberi contoh konser Coldplay yang lalu, dimana di Indonesia konser pelantun "Yellow" itu hanya diadakan satu hari.
Sedangkan Singapura yang sejak awal sudah dijadwalkan konser selama 4 hari dengan segera menambah durasi hingga 6 hari karena tingginya antusias penggemar.
"Saya pastikan lebih dari separuh (penonton) dari Indonesia. Karena di sini tiketnya baru 20 menit sudah habis, tapi mau tambah tidak bisa. Kenapa? Karena memang urusan perizinan kita ruwet," ujar Jokowi dalam pidatonya.
Dilansir SketsaNusantara.id dari akun instagram @erickthohir, Presiden ke-7 RI ini membayangkan betapa ini sebuah peluang karena izin ruwet saja Indonesia masih menjadi target penyelenggaraan konser.
Ayah wakil presiden terpilih, Gibran Rakabuming Raka, ini juga memberi contoh sulitnya perizinan dari Moto GP di Mandalika.
Jokowi mengaku bahwa ada 13 perizinan yang harus dibereskan untuk acara internasional tersebut.
Hal ini sangat disayangkan dan dianggap mempersulit penyelenggara, padahal event seperti ini justru mendatangkan keuntungan bagi negara.
Presiden menyebutkan peluncuran layanan digital perizinan ini bukan sekadar website layanan, melainkan menjadi sebuah penyederhanaan birokrasi yang transparan dan efisien untuk penyelenggaraan acara level nasional hingga internasional.