SketsaNusantara.id – Dilaporkan wabah bakteri "pemakan daging" sedang marak menyerang di Jepang.
Kementrian Kesehatan Jepang telah melaporkan 977 kasus, dengan 77 orang meninggal tak lama setelah terinfeksi.
Penyakit ini disebut bernama sindrom syok toksik streptokokus atau STSS.
Baca Juga: Rekom Pertama Turun, DPP NasDem Tunjuk Gus Fawait Jadi Calon Bupati Jember di Pilkada Serentak
Hingga 9 Juni lalu, ada 1.019 kasus STSS dengan angka kematian hingga 30%-nya.
Ken Kikuchi, profesor penyakit menular di Tokyo Women's Medical University, menjelaskan dengan tingkat infeksi saat ini, jumlah kasus di Jepang bisa mencapai 2.500 pada tahun ini.
Bahkan sebagian besar kemarian dilaporkan terjadi 48 jam setelah terinfeksi.
Institut Penyakit Menular Nasional Jepang merilis penilaian risiko telah meningkat sejak Juli 2023 dan menginformasikan bahwa kebanyakan pasien yang rentan berusia di bawah 50 tahun.
Seorang pasien dilaporkan menyadari adanya pembengkakan di kaki di pagi hari yang kemudian meluas hingga ke lutut pada siang hari, dan korban dilaporkan meninggal dalam waktu 48 jam.
Dilansir dari kanal YouTube dr. Sasa, bakteri pemakan daging adalah Streptococcus Grup A yang menyebabkan terjaidnya infeksi kulit.
Ternyata ini adalah bakteri yang sama yang menyebabkan radang tenggorokan.
Kemunculan infeksi bisa terjadi ketika bakteri mencapai aliran darah.