KH Ridwan yang tersentang bangun dari tidurnya langsung bergegas menuangkan mimpinya ke dalam sketsa.
Dalam sehari, sketsa tersebut berhasil diselesaikan dengan sempurna dan ditunjukkan kepada KH Hasyim Asy’ari yang merasa puas dengan gambar calon lambang NU tersebut.
Hingga pendiri NU itu mengangkat kedua tangannya sambil berdoa dan berharap agar Allah mengabulkan harapan dalam simbol NU itu.***