news

Suhu Arab Saudi terus Mengalami Kenaikan Drastis Hingga Sebabkan Kematian, Pihak Kerajaan Beri Sinyal Peringatan Bagi Jemaah Haji

Rabu, 19 Juni 2024 | 16:15 WIB
Ilustrasi - Kenaikan suhu di Arab Saudi sebabkan cuaca panas ekstrem. (Unsplash/@ibrahim uz. )

SketsaNusantara.id - Suhu udara sejumlah wilayah di Arab Saudi mencapai 58 derajat celcius sejak Minggu, 16 Juni 2024.

Suhu tertinggi diketahui ada di Masjidil Haram Mekah yang mencapai 51,8 derajat celcius pada Senin, 17 Juni 2024.

Sementara di Mina, suhu udaranya sekitar 46 derajat celcius saat para jemaah haji sedang melakukan ibadah pelemparan jumroh.

Baca Juga: Bukan Masjid Biasa! 4 Keunikan Arsitektur Masjid Menara Kudus, Bingkai Akulturasi Budaya Nusantara Warisan Wali Songo

Dilansir SketsaNusantara.id dari kanal youtube @AFP News Agency, melonjaknya temperatur udara di sana menyebabkan serangan panas atau headstroke dan berdampak kepada jemaah haji yang mengalami kelelahan hingga kematian.

Kementrian Kesehatan Arab Saudi mencatat lebih dari 2.700 kasus kelelahan karena cuaca panas yang terjadi pada jemaah haji sejak Minggu, 16 Juni 2024.

Beberapa di antara mereka adalah jemaah haji yang berasal dari Yordania, Iran, dan Indonesia.

Baca Juga: Tak Banyak yang Tau, Siapa Sunan Geseng? Punya Sejumlah Karomah di Luar Nalar!

Berdasarkan laporan yang dirilis pada Selasa, 18 Juni 2024 dari kantor berita Prancis Agence France Presse (AFP), sebanyak 14 jemaah asal Yordania meninggal karena serangan cuaca panas saat melakukan ibadah haji pada hari Minggu lalu.

Pada saat itu, tercatat suhunya mencapai 43,3 derajat celcius yang mengakibatkan 5 jemaah haji asal Iran dilaporkan juga meninggal di Mekah dan Madinah.

Sementara itu, 13 jemaah haji asal Irak juga dikabarkan telah meninggal yang dikabarkan oleh juru bicara resmi di Kudistan, Irak.

Baca Juga: Dikabarkan Renggut Nyawa Jamaah Haji di Arafah, Apa Itu Stroke Haba?

Pada Senin, 17 Juni 2024, sebanyak 136 jemaah haji asal Indonesia juga dilaporkan meninggal karena cuaca di sana yang begitu panas.

Melihat kejadian ini, Kerajaan Arab Saudi mengupayakan tindak lanjut dengan menerapkan langkah-langkah pencegahan dengan mendistribusikan air dan menyarankan jemaah haji untuk melindungi diri dari paparan sinar matahari.

Halaman:

Tags

Terkini