4. Konflik Antara Kelompok Ojol (Ojek Online dengan Debt Collector (2020)
Akun Twitter @kevin_aditya juga menyebut adanya konflik beekepanjangan antara kelompok Ojol dari Grab dengan Debt Collector pada tahun 2020.
Diketahui pengendara ojol tak terima teman-temannya dipukuli oleh Debt Collector hingga akhirnya kedua kelompok saling berseteru dan beberapa kali terjadi aksi saling lempar batu yang menyebabkan bangunan kantor serta fasilitas umum rusak parah.
5. Kerusuhan Antar Supporter Bola (2021)
Tak hanya konflik antar suku, para supporter bola pun terlibat konflik di Babarsari-Seturan. Suporter PSIM Jogja terlibat bentrok dengan Persis Solo saat keduanya konvoi usai menonton pertandingan bola.
6. Konflik Antar Suku dari NTT dengan Maluku (2022)
Terakhir, konflik terjadi pada tahun 2022 antara kelompok Luis dari NTT (Nusa Tengggara Timur) dan kelompok Kece dari Maluku yang penyebabnya karena tak mau bayar biaya karaoke.
Kedua kelompok berkelahi dalam tempat karaoke yang menyebabkan beberapa fasilitas umum rusak. Tak selesai di situ, kedua kelompok ini bahkan melanjutkan perselisihan di luar yang menyebabkan warga asal Papua terluka parah.
Itulah beberapa kejadian kerusuhan dan konflik antar golongan atau kelompok yang terjadi di Babarsari dan daerah sekitarnya.
Bahkan ada warganet menyebut dirinya harus pergi ke kampus mengenakan baju zirah lapis baja agar terhindar dari celaka lantaran sering terjadi kerusuhan di wilayah tersebut.
Beberapa langkah telah dilakukan pemerintah setempat untuk mencegah kerusuhan, namun tetap saja terjadi konflik yang tak terelakkan.
Hingga saat ini pun masih dilakukan upaya preventif agar kerusuhan tak lagi terjadi di Babarsari dan wilayah sekitarnya di Yogyakarta.***