SketsaNusantara.id - Buntut kasus kekerasan brutal yang merenggut nyawa Burhanis, pemilik jasa rental mobil asal Jakarta beberapa waktu lalu, nama Kecamatan Sukolilo menjadi sorotan dan bulan-bulanan netizen.
Bahkan, sejumlah titik lokasi wilayah tersebut di Google Maps telah diubah namanya menjadi Sarang Maling, Khusus Maling dan Penadah, Kantor Pelindung Maling, Desa Pembunuh, Desa Maling dan Penadah, hingga Kampung Maling Kendaraan.
Gambar tangkapan layar Google Maps wilayah Sukolilo yang telah diubah itu diunggah oleh sebuah akun X.
Baca Juga: Suarakan Pembelaan untuk Korban Sukolilo, @PartaiSocmed Mengaku Diserang Buzzer di X
"Sukolilo pride," tulis akun @Jateng_Twit, Kamis 13 Juni 2024.
Unggahan tersebut menuai reaksi dari banyak netizen. Ada yang merasa tidak percaya dengan perubahan nama itu, lalu mengeceknya sendiri. Ia pun mengakui bahwa tampilan Google Maps di wilayah tersebut sudah berubah.
"Semalem browsing Sukolilo Pati yang keluar emang ini dong," tulis akun @aitnese***.
"Sukolilo emang beda," tulis akun @tipsis***.
"Coba yang orang Sukolilo bener gak di tempatnya kek gitu," tulis akun @Assya_***.
Setelah ditelusuri SketsaNusantara.id di Google Maps, tampilan peta wilayah tersebut sudah kembali normal.
Namun, jika mengetik entri dengan istilah-istilah tersebut, tampilan di Google Maps memang menunjukkan hasil perubahan nama-nama lokasinya.
Wilayah di Kabupaten Pati, Provinsi Jawa Tengah itu disebut-sebut punya reputasi buruk sebagai penadah kendaraan curian atau bodong.
Nyawa Burhanis melayang dengan kondisi sangat sadis akibat dikeroyok warga yang menuduhnya sebagai maling. Padahal, ia bersama rekan-rekannya berniat mengambil mobilnya sendiri yang berbulan-bulan hilang setelah disewa dan terdeteksi berada di Desa Sumbersoko, Sukolilo.