Namun seiring waktu, suku ini kemudian mulai membuka diri dan berbaur dengan masyarakat Halmahera dan terjadi kawin campur. Maka jadilah keturunan mereka berkulit gelap dan bermaat biru layaknya bangsa Eropa.
Namun terdapat pula satu cerita yang berbeda dimana kawin campur antara masyarakat setempat dengan suku Lingon hasil dari paksaan. Dimana wanita suku Lingon kerap diculik kemudian dikawin paksa hingga lahirlah ras campuran bermata biru ini.
2. Suku Buton (Sulawesi Tenggara)
Suku Buton sebagian kecil memiliki kornea mata berwarna biru karena akibat perkawinan silang antara suku Buton dengan bangsa asing yang datang ke wilayah ini.
Namun sumber lain menyatakan bahwa warna mata mereka biru karena mengudap Waardenburg Syndrome yang merupakan kondisi genetik yang dapat menyebabkan gangguan pendengaran dan perubahan warna (pigmentasi) pada rambut, kulit dan mata.
3. Suku Lamno (Aceh)
Desa yang berada di daerah Lamno Aceh ini dikenal sebagai kampung bule berdasarkan wajah penduduknya yang memiliki wajah bule.
Ada dua versi terkait sebab musabab dari mana suku ini memiliki wajah bule, yakni :
• Mata biru suku Lamno konon di dapat dari Portugis saat mencari rempah-rempah pada awal abad 16 Masehi. Ada beberapa diantara mereka kemudian menetap di Aceh dan menetap disana.
Akibat kawin campur tersebut kemudian dihasilkan keturunan yang memiliki mata berwarna biru kecoklatan.
• Versi kedua menyebutkan bahwa mata biru khas bule di Aceh ini di dapat dari kapal perang Portugis yang terdampar yang diperintah oleh Raja Daya (Raja Aceh) untuk ditangkap.
Dari sini kemudian diceritakan pria Portugis yang tertangkap ini akan dipaksa masuk Islam atau pergi dari Aceh. Dan ada diantar mereka yang akhirnya memilih tetap tinggal dan menikahi gadis-gadis Aceh.
Dari sinilah kemudian lahir bayi-bayi keturunan yang mewarisi wajah bule serta bermata biru, yang hidup seperti layaknya orang Aceh dengan segala adat istiadatnya.