SketsaNusantara.id - Kasus seorang Polwan bernama Briptu Fadhilatun Nikmah yang tega membakar suaminya hidup-hidup masih ramai menjadi perbincangan.
Briptu Rian Dwi Wicaksono menghembuskan nafas terakhirnya pada Minggu 9 Juni 2024 siang hari setelah mendapatkan perawatan intensif dengan 90% luka bakar di tubuhnya.
Sementara Briptu Fadhilatun Nikmah telah diamankan pihak kepolisian untuk menjalani pemeriksaan.
Baca Juga: Biodata Lengkap Briptu RDW, Anggota Polres Jombang Tewas Karena Dibakar Sang Istri yang Juga Polwan
Berdasarkan keterangan Kapolres Mojokerto Kota, AKBP Daniel Somanonasa pasca kejadian, aksi Briptu Fadhilatun Nikmah membakar Briptu Rian Dwi Wicaksono dengan bensin disinyalir lantaran gaji ke-13 yang berkurang Rp2 juta tanpa sepengatahuan polwan 28 tahun tersebut.
“Penyebab Briptu Fadhilatun Nikmah bertindak yakni soal gaji ke-13,” ucapnya.
Terbaru, terungkap fakta bahwa sebelum membakar sang suami, Briptu Fadhilatun Nikmah sempat mengancam Briptu Rian Dwi Wicaksono.
Saat setelah mengetahui saldo gaji k1-13 hanya Rp800 ribu dari yang seharusnya Rp2.8 juta, Briptu Fadhilatun Nikmah lantas menghubungi sang suami agar segera pulang ke rumah mereka.
Baca Juga: Usai Jadi Tersangka, Begini Nasib Terbaru Briptu FN, Polwan yang Bakar Suami di Jombang
"Namun sebelum itu, terduga pelaku membeli bensin di botol dan menyimpannya di atas lemari teras rumah," jelas akun Instagram @temanpolisi.
Briptu Fadhilatun Nikmah kemudian mengirimkan foto bensin tersebut kepada Briptu Rian Dwi Wicaksono.
Saat mengirimkan foto tersebut, Polwan itu menyampaikan ancamannya.
“Apabila tidak pulang semua anak-anaknya akan di bakar” demikian ancaman yang dilontarkan Briptu Fadhilatun Nikmah.
Setelah Briptu Rian Dwi Wicaksono tiba di rumahnya, Briptu Fadhilatun Nikmah meminta ART mereka untuk membawa ketiga buah hatinya bermain di luar.