Sinergi antarlini ini bermuara pada satu target utama adalah menghapus kemiskinan ekstrem hingga nol persen pada 2026 serta menekan angka kemiskinan nasional ke level 4,5–5 persen pada 2029.
Menurut Gus Fawait, persoalan kemiskinan merupakan masalah multidimensi yang membutuhkan penanganan terintegrasi, mulai dari pemenuhan rumah layak huni, jaminan kesehatan, pemberdayaan ekonomi desa, hingga kemudahan akses dokumen kependudukan.
“Pemkab Jember siap bergerak selaras dan tegak lurus dengan arah kebijakan Presiden Prabowo. Melalui dukungan program dari kementerian, daya dorong APBD kita akan makin kuat dalam memutus rantai kemiskinan hingga ke pelosok desa,” pungkasnya.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI