news

Heboh Muncul Patung 'Berhala Biru' di Madinah, Karya Seni Desert X AlUla Tuai Polemik karena Dianggap Bertentangan dengan Nilai Islam

Rabu, 5 Agustus 2026 | 16:00 WIB
Portret penampakan patung 'berhala biru', pameran seni Desert X AlUla di Madinah, Arab Saudi yang menuai kritik karena bertentangan dengan norma keagamaan setempat (litaalbuquerque.com)

SketsaNusantara.id – Pemandangan yang tak biasa terlihat di wilayah Madinah, Arab Saudi, dan belakangan ini menjadi perbincangan hangat di media sosial.

Sebuah patung berwarna biru yang dipasang di kawasan gurun AlUla menuai polemik karena dianggap bertentangan dengan nilai-nilai Islam dan norma keagamaan setempat.

Dalam foto yang beredar, tampak sebuah patung berwarna biru yang menggambarkan sosok perempuan bertudung dengan posisi duduk bersila menyerupai orang yang sedang bermeditasi.

Kemunculan patung tersebut ramai diperbincangkan hingga dijuluki sebagai "berhala biru" oleh sebagian pengguna media sosial.

Baca Juga: Apa Itu Barikan? Mengenal Tradisi Malam 1 Suro yang Masih Eksis di Jawa Tengah dan Jawa Timur, Asal Namanya dari Bahasa Arab

Belakangan diketahui bahwa patung tersebut merupakan bagian dari pameran seni internasional Desert X AlUla yang digelar pertengahan Juli 2026 lalu.

Dilansir SketsaNusantara.id dari situs ArtNet, disebutkan bahwa patung tersebut merupakan salah satu dari 14 karya yang ditampilkan dalam pameran seni kontemporer yang digelar di kawasan Wadi Al Fann, AlUla dan masih berada dalam wilayah administrasi Madinah, Arab Saudi.

Patung berwarna biru elektrik dalam foto yang beredar di media sosial merupakan karya Lita Albuquerque, seniman asal Santa Monica, Amerika Serikat, yang diberi nama Najma.

Karya tersebut menampilkan figur seorang perempuan yang duduk dalam posisi duduk bermeditasi lotus di atas batuan besar.

Baca Juga: Viral! Patung Macan Putih di Balongjeruk Kediri Disebut Tak Sesuai Ekspektasi, Kepala Desa Angkat Bicara

Kehadirannya dimaksudkan sebagai bagian dari eksplorasi seni yang mengangkat lanskap gurun AlUla sekaligus mendorong dialog budaya antara seniman internasional dan masyarakat setempat.

Penyelenggara Desert X AlUla menjelaskan bahwa seluruh instalasi dalam pameran bertujuan memperkenalkan AlUla sebagai kawasan bersejarah yang pernah menjadi jalur perdagangan kuno sekaligus destinasi seni berskala internasional.

Namun, kehadiran patung figuratif tersebut menuai kontroversi dan memicu kritik dari berbagai kalangan. 

Kontroversi muncul karena patung tersebut dipasang di wilayah administrasi Madinah, terlebih Kota AlUla dikenal sebagai salah satu lokasi yang memiliki catatan sejarah Islam ratusan tahun silam.

Halaman:

Tags

Terkini