SketsaNusantara.id – Program strategis nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga kini belum menjangkau Pulau Raijua, Kecamatan Raijua, Kabupaten Sabu Raijua. Kondisi ini menimbulkan harapan masyarakat agar pemerintah segera memperluas pelaksanaan program tersebut e wilayah kepulauan yang memiliki tantangan geografis lebih besar.
Program MBG bertujuan meningkatkan kualitas gizi anak-anak sekolah melalui penyediaan makanan bergizi secara gratis. Pelaksanaan program ini pun dilakukan secara bertahap di berbagai daerah di Indonesia sesuai kesiapan infrastruktur, dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), dan sistem distribusi.
Di Kabupaten Sabu Raijua sendiri, pelaksanaan MBG telah mulai berjalan di wilayah Kecamatan Sabu Barat dan Kecamatan lainnya melalui operasional dapur MBG yang melayani ribuan penerima manfaat. Kendati demikian, pemerataan program tersebut sampai pada masyarakat yang tinggal di Pulau Raijua.
Masyarakat Raijua berharap pemerintah pusat, Badan Gizi Nasional, serta pemerintah daerah dapat segera menghadirkan program ini di Kecamatan Raijua. Kehadiran MBG juga diharapkan mampu menggerakkan ekonomi lokal melalui pemberdayaan petani, nelayan, peternak, dan pelaku UMKM sebagai pemasok bahan pangan.
Dengan karakteristik wilayah kepulauan, diperlukan dukungan logistik, pembangunan dapur MBG, serta koordinasi lintas instansi agar seluruh anak di Pulau Raijua memperoleh kesempatan yang sama menikmati manfaat Program Makan Bergizi Gratis, sehingga tidak ada daerah yang tertinggal dalam pelaksanaan program strategis nasional ini.
Hal itu direspon Koordinator Kecamatan Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) di Raijua, Petrus Lede Adju. Lede menjelaskan, terkait dengan pendirian dapur SPPG, pihaknya hanya melaksanakan verifikasi lapangan. Hal itu mengacu pada pengajuan pendaftaran mitra yang diunggah pada website BGN.
Namun, lanjut Lede, saat ini website belum dapat diakses. “Saat ini portal mitra BGN sementara ditutup. Mekanisme pendaftaran sebagai mitra BGN bisa dilakukan secara mandiri melalui portal yang disediakan oleh BGN,” kata Lede menjawab SketsaNusantara.id secara tertulis.
Dia menambahkan, survei lapangan tersebut bertujuan memastikan kondisi di lapangan dengan berkas pendaftaran yang sudah diunggah di website BGN.
“Kami tidak memiliki kewenangan menentukan investor yang akan menjadi mitra BGN,” ungkapnya.
Lede menyampaikan, berdasarkan pendataan penerima manfaat di Kecamatan Raijua, sudah terdapat dua dapur SPPG. Satu berada di Kelurahan Ledeunu dan di Desa Bellu.
“Dua dapur ini didukung lokasi yang ideal berdasarkan jarak dan waktu pengantaran MBG ke masing-masing penerima manfaat,” pungkas Lede.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id KLIK DI SINI