Berdasarkan penelusuran SketsaNusantara.id dari data LHKPN yang diunggah di situs Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) per 9 Juli 2025, Nevirizal diketahui memiliki harta kekayaan sebesar Rp1.468.226.875 atau sekitar Rp1,46 miliar.
Sebagian besar kekayaan tersebut berasal dari aset tanah dan bangunan yang tersebar di Kabupaten Gayo Lues, Aceh Tengah, serta Kota Medan dengan totoal senilai Rp1,1 miliar.
Isi garasi Nevirizal pun mencuri perhatian. Ia tercatat ia hanya memiliki 1 motor dan 1 unit mobil keluaran tahn 2008 dengan total senilai Rp85 juta.
Hal tersebut sangat berbeda dengan kondisi yang dipamerkan Dea dalam unggahan yang memperlihatkan putri Setda Gayo Lues itu menaiki kendaraan mewah dan memamerkan motor keluaran terbaru.
Selain itu, Nevirizal juga melaporkan harta bergerak lainnya senilai Rp108,7 juta, serta simpanan kas dan setara kas sebesar Rp160,9 juta.
Dalam laporan tersebut, Nevirizal tercatat tidak memiliki utang sehingga total bersih kekayaannya mencapai Rp1,46 miliar.
Menariknya, angka tersebut menurun dari kekayaan beberapa tahun sebelumnya senilai Rp1,5 miliar, ketika Nevirizal menjabat sebagai Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gayo Lues pada tahun 2015.
Nevirizal Viral karena Unggahan Sang Anak hingga Mundur dari Jabatannya
Sorotan terhadap Nevirizal bermula dari unggahan putrinya, Dea Arranoya yang viral hingga menimbulkan kegaduhan di media sosial.
Menanggapi polemik tersebut, Nevirizal memberikan klarifikasi bahwa unggahan anaknya merupakan dokumentasi lama yang dibuat pada tahun 2025.
Meski demikian, ia mengakui lalai dalam mengawasi penggunaan media sosial oleh anggota keluarganya. Tiga hari setelah video unggahan putrinya viral, Nevirizal menyatakan resmi mengundurkan diri dari jabatannya.
Dalam surat pengunduran diri yang ditunjukkan dalam akun Instagram @prokopim_gayolues, Nevirizal menyampaikan permohonan maaf kepada pimpinan, rekan kerja, serta kepada seluruh lapisan masyarakat Kabupaten Gayo Lues.
Keputusan tersebut diambil sebagai bentuk tanggung jawab moral atas kegaduhan yang telah memengaruhi kepercayaan masyarakat terhadap institusi tempatnya bekerja.