SketsaNusantara.id - Nama Frank Alexander Hutapea serta latar pendidikan putra Hotman Paris Hutapea kembali menjadi perbincangan hangat setelah secara terang-terangan ia menyerang sang ayah.
Sikap kritis langsung ia tunjukkan kepada Hotman Paris di tengah memanasnya kasus yang menjerat mantan Jampidsus Febrie Adriansyah dan rekannya, Don Ritto.
Frank secara terbuka melontarkan kritik pedas saat menanggapi keterlibatan ayahnya sebagai kuasa hukum Febrie Adriansyah lewat media sosial pribadinya @frankalexand3r.
Dalam pernyataannya, Frank menyoroti kontradiksi yang ia rasakan dimana ia merasa bahwa selama ini narasi yang dibangun sang ayah sering kali melibatkan pembelaan terhadap rakyat kecil.
Namun, dengan langkah terbarunya membela tokoh sentral dalam kasus korupsi atau penyalahgunaan wewenang, Frank menilai bahwa keberpihakan tersebut tampak pincang.
Frank secara tajam menyebutkan bahwa Hotman menjadikan orang miskin sebagai alat marketing dan pencitraan.
Lebih jauh Frank menyatakan bahwa ia tak keberatan Hotman membela mantan Jampidsus Febrie Adriansyah namun ia keberatan jika sang ayah membawa-bawa nama Prabowo serta menyatakan tak butuh bayaran saat membela seseorang.
Rupanya sikap Frank kini didukung oleh masyarakat luas sebab masyarakat menilai bahwa langkah Hotman menjadi kuasa hukum Febrie Adriansyah dan membawa-bawa nama Prabowo dalam konferensi pers adalah sikap munafik.
Atas sikap Frank yang sangat kritis terhadap sang ayah tersebut membuat banyak pihak yang penasaran dengan sosok Frank, terutama mengenai latar belakang pendidikannya yang membentuk pola pikir kritisnya saat ini.
Frank menempuh jalur pendidikan dalam dan luar negeri. Diketahui bahwa Frank menyelesaikan Sarjan Hukum di Universitas Tujuh Belas Agustus (UNTAG) pada periode 2010 hingga 2013.