SketsaNusantara.id – Keluhan masyarakat terkait infrastruktur jalan yang rusak di wilayah Kecamatan Jenggawah akhirnya mendapat respons cepat.
Pemerintah Kabupaten Jember melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) memastikan proyek perbaikan jalan, khususnya jalur penghubung antara Desa Wonojati dan Desa Sruni, akan segera dieksekusi dalam waktu dekat.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas PUPR Jember, Arif Liyantono, menjelaskan bahwa pengaspalan ulang ini bertujuan untuk memulihkan kelancaran arus transportasi warga yang selama ini terganggu akibat kerusakan jalan yang cukup parah.
Penjelasan tersebut disampaikan Arif pada Senin 13 Juli 2026. Ia menjamin pihak pemkab telah menyusun rencana teknis yang matang demi menghasilkan kualitas jalan yang prima.
"Anggaran yang disiapkan untuk membiayai proyek ini menyentuh angka Rp 1,488 miliar. Target bentangan jalan yang akan dilapisi aspal baru mencapai panjang 1.324 meter atau berkisar 1,3 kilometer," jelas Arif.
Dia menambahkan, perbaikan di koridor Wonojati – Sruni ini bersifat sangat mendesak. Pasalnya, indikator kelayakan atau tingkat kemantapan jalur eksisting di kawasan tersebut saat ini berada dalam kondisi yang memprihatinkan.
"Indeks kemantapan jalan di lokasi itu sekarang hanya tersisa 14 persen. Itulah mengapa proyek ini langsung masuk dalam daftar skala prioritas kami," cetusnya.
Terkait linimasa pelaksanaan, Dinas PUPR menargetkan tahap sosialisasi serta peluncuran resmi proyek rampung pada bulan ini.
Sementara itu, pengerjaan fisik di lapangan dijadwalkan mulai bergulir pada awal Agustus mendatang dengan estimasi waktu penyelesaian sekitar tiga bulan.
Baca Juga: Ribuan PPPK Apresiasi Gus Fawait yang Garansi Perpanjangan Kontrak
Arif pun meminta masyarakat setempat untuk mengantisipasi potensi tersendatnya arus lalu lintas selama masa konstruksi. Warga diharapkan memberikan dukungan penuh dan maklum atas ketidaknyamanan sementara ini, mengingat dampak positif jangka panjangnya yang sangat besar bagi roda perekonomian di Kecamatan Jenggawah.
Sementara itu, Bupati Jember Gus Fawait memaparkan bahwa intervensi infrastruktur ini merupakan buah dari respons cepat pemerintah atas aduan warga yang masuk melalui layanan pengaduan "Wadul Gus'e".