Termasuk juga sinergi antara perlindungan, literasi, riset, inovasi, dan pemberdayaan tersebut merupakan implementasi strategi Coverage, Care, dan Credibility (3C) BPJS Ketenagakerjaan melalui perluasan cakupan perlindungan, peningkatan kualitas layanan, serta penguatan tata kelola berbasis kolaborasi dan inovasi.
Rektor UNEJ Iwan Taruna menyambut positif kerja sama tersebut, karena dinilai memperkuat pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi sekaligus membekali mahasiswa dengan pemahaman mengenai perlindungan sosial sebelum memasuki dunia kerja.
"Kami ingin mahasiswa UNEJ tidak hanya lulus dengan kompetensi akademik yang baik, tetapi juga memiliki kesadaran sebagai calon pekerja yang memahami hak dan pentingnya perlindungan sosial," kata Iwan.
Sementara itu, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Jember Dadang Komarudin menilai kolaborasi tersebut menjadi fondasi membangun budaya literasi jaminan sosial di perguruan tinggi.
Baca Juga: Kebut Proyek Street Food di Jalan Kartini, Pemkab Jember Tetap Kedepankan Toleransi
Menurut Dadang, implementasi kurikulum, riset, pengabdian kepada masyarakat, dan edukasi berkelanjutan diharapkan mampu melahirkan lulusan yang adaptif, produktif, serta mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045 melalui sumber daya manusia yang unggul dan terlindungi.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI