SketsaNusantara.id — Pemerintah Kabupaten Jember bergerak cepat menanggulangi krisis air bersih yang mulai melanda sejumlah wilayah akibat memasuki musim kemarau.
Pada Kamis 2 Juli 2026 siang, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Jember menyalurkan ribuan liter air bersih untuk warga di Dusun Bunder, Desa Sumberpinang, Kecamatan Pakusari.
Kepala BPBD Kabupaten Jember, Edy Budi Susilo, membenarkan adanya pergerakan tim reaksi cepat tersebut. Menurut dia, langkah ini merupakan tindak lanjut dari Surat Keputusan Bupati mengenai Status Siaga Darurat Bencana Kekeringan, Kebakaran Hutan, dan Lahan di wilayah Jember.
Baca Juga: BPBD Jember Bergerak Cepat Tangani Dampak Cuaca Ekstrem di Tiga Kecamatan
"Berdasarkan hasil asesmen tim di lapangan pada Rabu kemarin, kondisi di Dusun Bunder memang cukup mendesak. Oleh karena itu, hari ini kami bersama rekan-rekan PMI langsung turun membagikan total 9.000 liter air bersih kepada masyarakat terdampak," ujar Edy saat dikonfirmasi.
Edy menjelaskan, dari total pasokan tersebut, armada BPBD menyuplai sebanyak 5.000 liter, sementara personel PMI Jember menyalurkan 4.000 liter.
Selain membawa tangki air, petugas juga mendistribusikan sarana penampungan berupa 3 unit tandon darurat berkapasitas 1.200 liter serta 20 buah jerigen berukuran 20 liter untuk memudahkan warga membawa air ke rumah masing-masing.
Baca Juga: Pohon Trembesi Tua Tumbang hingga Tutupi Jalan, BPBD Jember Lakukan Pembersihan
“Krisis air di kawasan tersebut setidaknya berdampak pada sekitar 125 Kepala Keluarga (KK) yang tersebar di wilayah RT 02 dan RT 03 pada lingkungan RW 13,” imbuhnya.
Masalah utama dipicu oleh menyusutnya debit sumur gali milik warga, bahkan sebagian sumur mulai mengeluarkan air keruh dan berlumpur sehingga tidak layak konsumsi.
Sebenarnya, lanjut Edy, terdapat fasilitas sumur bor alternatif yang berjarak sekitar 600 meter dari permukiman. Sayangnya, infrastruktur pendukung seperti jaringan perpipaan dan meteran listrik belum terpasang, sehingga fasilitas tersebut belum bisa mengalirkan air ke rumah-rumah warga.
Baca Juga: Cuaca Ekstrem Intai Puncak Mudik, BPBD Jember Ingatkan Para Wisatawan untuk Waspada
"Sebagai langkah antisipasi jangka pendek, BPBD Jember telah menyusun skema penanganan berkala agar kebutuhan domestik warga tetap terpenuhi selama masa sulit ini," katanya.
"Evaluasi di lapangan berjalan lancar tanpa kendala. Kedepan, kami merokomendasikan pengiriman air bersih ini dilakukan secara rutin setiap dua hari sekali. Pengisian akan dipusatkan pada empat titik tandon yang ada di lokasi, yaitu tiga tandon bantuan dari kami (BPBD) dan satu tandon swadaya milik warga setempat," pungas Edy.