news

Ritual Jokowi Injak Kepala Kerbau Jadi Sorotan, Apa Maknanya?

Minggu, 28 Juni 2026 | 16:00 WIB
Jokowi injak kepala kerbau. (Instagram/dpdpsikabkarawang)

SketsaNusantara.id - Prosesi penganugerahan gelar adat kepada Presiden ke-7 RI Joko Widodo atau Jokowi di Lampung menjadi perhatian publik. Salah satu bagian yang paling banyak dibahas adalah ritual menginjak kepala kerbau sebelum gelar adat resmi disematkan.

Ritual tersebut kemudian memunculkan beragam tanggapan di media sosial. Pegiat media sosial Jhon Sitorus menjadi salah satu tokoh yang memberikan pandangannya terhadap prosesi tersebut melalui akun X miliknya.

Jokowi menerima gelar adat "Baginda Pemuka Bangsa" dalam prosesi yang berlangsung di Kedatun Keagungan Lampung pada Sabtu (27/6/2026). Penganugerahan itu dilakukan sesuai rangkaian adat masyarakat Lampung Pepadun yang berlaku dalam acara besar.

Baca Juga: Ditanya Kecewa atau Tidak, Jokowi Akhirnya Buka Suara Usai Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Kejaksaan

Dalam unggahannya, Jhon Sitorus mengaitkan ritual menginjak kepala kerbau dengan simbol politik. Ia menilai tindakan tersebut memiliki makna yang lebih luas dibanding sekadar bagian dari prosesi adat.

"Jokowi tidak sedang menginjak kepala kepala banteng, tapi merendahkan rumah yang dulu membesarkannya lewat simbol adat," tulis Jhon Sitorus di akun X pribadinya, dikutip Minggu (28/6/2026).

Unggahan itu kemudian menjadi perhatian warganet dan memunculkan berbagai tanggapan. Sejumlah pengguna media sosial ikut membahas tafsir simbolik yang disampaikan Jhon, sementara lainnya menyoroti makna adat dari ritual tersebut.

Baca Juga: Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan, Kuasa Hukum Ungkap Keduanya Sempat Tolak Tawaran Restorative Justice, Tegaskan Enggan Berdamai dengan Jokowi

Jhon juga melanjutkan kritiknya melalui unggahan yang sama.

"Begitulah PENGHIANAT, dendam dihatinya tidak akan selesai. Isi kepalanya penuh dengan AMARAH yang dibungkus dengan wajah yang DUNGU dan PLANGA PLONGO," tulisnya.

Di sisi lain, ritual menginjak kepala kerbau memiliki makna khusus dalam tradisi masyarakat adat Lampung Pepadun. Prosesi tersebut merupakan bagian dari rangkaian upacara adat besar, termasuk Begawi maupun penganugerahan gelar adat kepada seseorang.

Dalam tradisi tersebut, kerbau menjadi hewan kurban dengan nilai tertinggi. Penyembelihan kerbau melambangkan pengorbanan besar sekaligus ungkapan rasa syukur atas tercapainya sebuah peristiwa penting.

Ritual yang melibatkan kepala kerbau juga menjadi penanda sahnya seseorang memperoleh gelar adat. Prosesi itu menandai perubahan status sosial sehingga yang bersangkutan resmi menjadi bagian dari keluarga besar adat atau Penyimbang.

Selain itu, rangkaian prosesi adat tersebut juga berkaitan dengan falsafah hidup masyarakat Lampung yang dikenal sebagai Piil Pesenggiri. Nilai-nilai itu menjadi dasar pelaksanaan berbagai upacara adat hingga saat ini.

Halaman:

Tags

Terkini