Pemimpin adat setempat, Sultan Seghayo Dipuncak Nur atau Mawardi Harirama, sebelumnya menjelaskan bahwa seluruh prosesi tersebut mengandung nilai Nemui Nyimah. Nilai itu merupakan bentuk penghormatan kepada tamu agung sekaligus upaya mempererat hubungan silaturahmi.
Dengan demikian, ritual menginjak kepala kerbau dalam prosesi penganugerahan gelar adat kepada Jokowi memiliki filosofi yang telah lama menjadi bagian dari tradisi masyarakat Lampung. Di saat yang sama, prosesi tersebut juga memunculkan berbagai penafsiran dari sejumlah pihak di ruang publik, termasuk yang disampaikan Jhon Sitorus melalui media sosialnya.***
Artikel Terkait
Sederet Kontroversi Amien Rais: Sebut Jokowi Pecinta PKI hingga Tuding Seskab Teddy Penyuka Sesama Jenis yang Dianggap Menyebarkan Kebencian
Termul-Termul Ngamuk? Roy Suryo Bereaksi Keras soal Berkas P-21 Ijazah Jokowi
Kuasa Hukum Roy Suryo Pertanyakan Berkas Kasus Ijazah Jokowi yang Belum P21, Sebut Ada Masalah dalam Pembuktian
Roy Suryo Balik Melawan, Pengacara Ungkap Alasan Pelaporan terhadap Lechumanan dan Rismon Sianipar di Tengah Polemik Ijazah Jokowi