news

Update Kasus Dugaan Penganiayaan Caddy Golf di Tangerang, Polisi Amankan Pelaku, Benarkah Pejabat?

Minggu, 28 Juni 2026 | 12:00 WIB
Ilustrasi penangkapan pria penganiayaa caddy golf di Tangerang Banten (Pixabay lechenie.narkomanii)

SketsaNusantara.id - Kasus dugaan penganiayaan terhadap seorang caddy golf perempuan di Kota Tangerang memasuki babak baru.

Pihak kepolisian telah menangkap dan menetapkan seorang pria berinisial FP (38) sebagai tersangka.

FP ditangkap di kediamannya di Kecamatan Kemiling, Kota Bandar Lampung, pada Jumat, 26 Juni 2026 di kediamannya, sekitar pukul 09.00 WIB.

Saat ini, tersangka telah resmi ditahan di Polres Metro Tangerang Kota untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

Baca Juga: Viral Caddy Golf di Tangerang Diduga Dianiaya Pria hingga Kepala Robek, Polisi Periksa Saksi hingga Amankan Rekaman CCTV

Kasat Reskrim Polres Metro Tangerang Kota AKBP Parikhesit mengatakan tim Satreskrim bersama Unit Jatanras melakukan penyelidikan intensif sebelum akhirnya berhasil mengidentifikasi lokasi pelaku.

"Satreskrim bersama Tim Opsnal Unit I Kejahatan dan Kekerasan (Jatanras) melakukan serangkaian penyelidikan intensif hingga berhasil mengidentifikasi titik keberadaan pelaku," ujarnya dalam keterangan resmi, Sabtu, 27 Juni 2026.

Penangkapan tersebut sekaligus mengakhiri pencarian terhadap pelaku yang sebelumnya menjadi sorotan publik setelah kasus dugaan penganiayaan terhadap seorang caddy golf di kawasan Modern Golf, Kota Tangerang, viral di media sosial.

Baca Juga: Viral Pemain Golf ini Memarahi Pekerja Caddy hingga Keluarkan Kata-Kata Kasar, Apa Masalahnya?

Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Pol Raden Muhammad Jauhari mengatakan FP telah ditahan sejak Jumat malam.

"Sudah ditahan sejak semalam," kata Jauhari dalam keterangannya.

Polisi juga memastikan bahwa FP bukan seorang pejabat sebagaimana narasi yang beredar di media sosial.

Menurut kepolisian, tersangka berprofesi sebagai wiraswasta yang menjalankan usaha jual beli mobil bekas.

"Wiraswasta. Cari mobil second di Jakarta terus dijual ke Lampung, Sumatera," ujar Jauhari.

Halaman:

Tags

Terkini