Sabtu, 27 Juni 2026

Prabowo Singgung Penyebab Negara Sulit Maju, Sebut Elite yang Tak Bisa Bersatu hingga Contohkan Konflik di Berbagai Belahan Dunia

Photo Author
Zuhana Anibuddin Zuhro, Sketsa Nusantara
- Sabtu, 27 Juni 2026 | 11:00 WIB
Presiden Prabowo Subianto. (YouTube Sekretariat Presiden )
Presiden Prabowo Subianto. (YouTube Sekretariat Presiden )

SketsaNusantara.id - Presiden RI Prabowo Subianto menyampaikan pandangannya mengenai syarat utama sebuah bangsa untuk mencapai kemajuan. Menurutnya, kemampuan para elite dalam membangun kerja sama menjadi faktor penting yang menentukan masa depan sebuah negara.

Pernyataan tersebut disampaikan di hadapan ribuan peserta Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2026. Forum itu dihadiri rektor, akademisi, peneliti, serta berbagai tokoh dari sejumlah daerah.

Prabowo mengaitkan pandangannya dengan pelajaran sejarah yang dipelajarinya selama ini. Ia menyebut banyak negara mampu berkembang ketika para pemimpinnya dapat bekerja sama demi kepentingan bersama.

Baca Juga: Prabowo Panggil Dirut PLN ke Istana usai Listrik Padam Bergilir di Jawa, Terungkap Ada 2 Pembangkit Besar Keluar dari Sistem

"Dari apa yang saya belajar dari sejarah ribuan tahun, bangsa-bangsa yang elitenya bisa kerja sama, itu bangsa yang bangkit," kata Prabowo saat memberikan sambutan di JCC, Senayan, Jakarta, Jumat, 26 Juni 2026.

Menurut Prabowo, sejarah juga menunjukkan kondisi sebaliknya. Negara yang para elitnya tidak mampu bekerja sama akan kesulitan memaksimalkan potensi yang dimiliki.

Ia menjelaskan bahwa ketidakharmonisan di kalangan elite dapat menghambat berbagai upaya pembangunan. Akibatnya, negara tidak mampu berkembang sebagaimana mestinya meski memiliki sumber daya yang memadai.

Baca Juga: Profil Glory Harimas Sihombing, Tersangka Baru Korupsi MBG yang Diduga Jual Titik SPPG dan Pernah Masuk TKN Prabowo-Gibran

Dalam pidatonya, Prabowo kemudian menyinggung sejumlah konflik yang masih berlangsung di berbagai kawasan dunia. Ia menyebut kondisi tersebut sebagai gambaran negara-negara yang menghadapi persoalan berkepanjangan.

Beberapa wilayah yang disebut antara lain Lebanon, Iran, negara-negara Teluk, Yaman, Afghanistan, Myanmar, hingga konflik antara Thailand dan Kamboja. Menurutnya, berbagai persoalan itu tidak terlepas dari sulitnya membangun kerja sama di tingkat elite.

Prabowo juga mengajak seluruh peserta sarasehan untuk bersama-sama memikirkan arah pembangunan Indonesia. Ia menilai persatuan dan stabilitas nasional menjadi modal penting dalam mewujudkan kemajuan bangsa.

Forum tersebut diikuti lebih dari 2.600 peserta yang berasal dari berbagai perguruan tinggi dan lembaga penelitian. Mereka terdiri atas rektor, akademisi, peneliti, serta sejumlah tokoh nasional.

Selain berbicara mengenai pentingnya kerja sama elite, Prabowo juga menyinggung komitmennya terhadap demokrasi. Ia mengatakan selalu mengedepankan pendekatan persuasif dalam perjalanan politiknya.

Presiden mengungkapkan bahwa dirinya telah beberapa kali mengikuti kontestasi pemilihan umum untuk memperoleh mandat rakyat. Meski mengalami kekalahan pada empat kesempatan, ia menyatakan tetap menghormati hasil demokrasi.

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X