news

Kisah Abdul Munir di Jombang, Jadi Andalan Petani dan Pegawai PNM Lewat Agen BRILink Hazel Cell

Jumat, 26 Juni 2026 | 22:05 WIB
Abdul Munir saat berada di Agen BRILink miliknya. (SketsaNusantara.id/As'ad Choirudin)

SketsaNusantara.id - Menjadi perpanjangan tangan bank di desa ternyata bisa mendatangkan untung besar sekaligus membantu sesama. Itulah yang dirasakan oleh Abdul Munir, seorang pria berusia 36 tahun pemilik toko Hazel Cell yang beralamat di Desa Ngogri, Kecamatan Megaluh, Kabupaten Jombang, Jatim. Sudah 4 tahun lamanya ia setia menjadi Agen BRILink, sebuah layanan perbankan tanpa kantor dari BRI.

‎Di tokonya, Abdul Munir melayani segala macam pembayaran. Mulai dari token listrik, transfer uang, sampai tarik tunai. Kehadiran Agen BRILink miliknya ini benar-benar menjadi penyelamat warga Ngogri yang ingin bertransaksi tanpa harus jauh-jauh pergi ke pusat kota Jombang untuk mencari ATM atau kantor cabang BRI, bahkan ke kantor unit .

‎Ada cerita menarik di balik ramainya Hazel Cell. Lokasi toko milik Abdul Munir ini kebetulan berhadapan langsung dengan hamparan sawah luas khas daerah Megaluh. Posisi strategis ini membawa berkah tersendiri, terutama saat musim panen tiba.

Baca Juga: BRILink Agen Jadi Simpul Ekonomi Lokal, Warga Desa Banyuasin Kini Nikmati Layanan Bank Lebih Mudah

‎"Yang paling banyak omzetnya itu ketika musim panen tiba. Mengingat toko saya berhadapan langsung dengan sawah, banyak penebas padi yang tarik tunai ke sini. Karena para petani maunya menerima uang cash dari hasil panennya," ujar Munir, Rabu pekan ini.

‎Dukungan jaringan BRI yang kuat membuat proses tarik tunai para penebas padi berjalan lancar tanpa kendala. Alhasil, perputaran uang hasil panen di Desa Ngogri menjadi sangat cepat dan praktis.

‎Tidak hanya ramai oleh para petani dan penebas padi, Hazel Cell juga menjadi tempat favorit bagi para pegawai mitra PNM Mekaar (Permodalan Nasional Madani Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera), anak perusahaan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk di wilayah Jombang. Ia sengaja menjalin kerja sama dengan mereka untuk keperluan top up saldo harian dari hasil penagihan terhadap customer.

Baca Juga: BRI Hadirkan 1,2 Juta AgenBRILink: Layanan Perbankan Kini Hadir di Warung, Desa, dan Pelosok Negeri

‎Karena perputaran uang yang sangat cepat dan tingginya antusiasme warga, Munir mengaku harus memutar modal yang cukup besar setiap hari demi menjaga kualitas layanan BRILink di tokonya. “Harus mengisi saldo BRILink sekitar hingga Rp200 juta per hari untuk melayani transaksi warga,” kata Munir.

Munir mengaku, keuntungan dari layanan transaksi keuangan tersebut cukup besar. “Di waktu musim panen, omzet bersih bisa mencapai Rp500 ribu per hari, khusus dari keuntungan pelayanan BRILink saja,” ungkapnya.

‎Melalui Hazel Cell di Desa Ngogri ini, Abdul Munir membuktikan bahwa transformasi digital lewat Agen BRILink bukan cuma memudahkan masyarakat pelosok Jombang dalam urusan perbankan, tapi juga mampu menggerakkan ekonomi pelaku usaha kecil menjadi jauh lebih sukses.

Baca Juga: Tingkatkan Sharing Ekonomi, BRI Kurangi Jumlah Kantor dan Alihkan Layanan Perbankan Melalui AgenBRILink

Secara terpisah, Corporate Secretary BRI, Dhanny, menjelaskan bahwa pengembangan BRILink Agen merupakan implementasi nyata konsep sharing economy di sektor keuangan. “Agen tidak hanya memperluas jangkauan, tetapi juga memperkuat konektivitas ekonomi di tingkat lokal,” ujarnya.

Dhanny menegaskan, BRI akan terus mendorong BRILink Agen sebagai simpul layanan finansial berbasis komunitas.

Hingga akhir November 2025, BRI telah menggandeng sekitar 1,2 juta BRILink Agen yang menjangkau lebih dari 80 persen desa di Indonesia. Melalui skema kemitraan tersebut, tercatat lebih dari 1 miliar transaksi telah difasilitasi dengan total nilai mencapai Rp1.592 triliun, menandai peran vital BRILink dalam membuka akses keuangan formal bagi masyarakat luas.***

Halaman:

Tags

Terkini