SketsaNusantara.id - Nama Fatimah Azzahra mendadak menjadi perbincangan luas di media sosial setelah cuplikan pernyataannya dalam sebuah diskusi mengenai Program Makan Bergizi Gratis (MBG) viral dan menuai beragam respons dari publik. Banyak warganet memberikan apresiasi terhadap cara penyampaiannya yang dinilai lugas, terstruktur, dan mampu menyuarakan persoalan yang masih dihadapi sebagian masyarakat Indonesia.
Dalam diskusi tersebut, Fatimah Azzahra menyampaikan pandangan bahwa pemerintah perlu memperhatikan sejumlah kebutuhan dasar yang menurutnya masih menjadi persoalan mendesak di berbagai daerah. Salah satu yang disorot adalah akses pendidikan yang belum merata, terutama bagi anak-anak yang tinggal di wilayah terpencil.
"Saya rasa tadi sudah bahkan disebutkan ya, bahwa ada sesuatu yang lebih genting sebetulnya dari mengisi perut lapar, yaitu bagaimana anak-anak di daerah yang akses pada sekolahnya itu masih terhambat," ujar Fatimah dalam diskusi yang kemudian ramai diperbincangkan di media sosial.
Menurutnya, masih banyak pelajar yang harus menghadapi berbagai kendala hanya untuk memperoleh hak pendidikan yang layak. Mulai dari kondisi jalan yang sulit dilalui hingga minimnya sarana dan prasarana pendidikan menjadi tantangan yang perlu mendapat perhatian serius.
Fatimah menegaskan bahwa pemenuhan kebutuhan dasar seharusnya menjadi prioritas sebelum pemerintah menjalankan program-program tambahan lainnya.
"Sebelum kita memberikan yang tambahan-tambahannya, additionalnya yaitu dari bentuk MBG ini makan bergizi gratis, apa yang wajib-wajib dan standarnya perlu dipenuhi dulu," lanjutnya.
Pernyataan tersebut kemudian memicu diskusi publik yang lebih luas mengenai prioritas pembangunan nasional, khususnya terkait pendidikan, infrastruktur, dan kesejahteraan masyarakat di daerah tertinggal.
Di balik sorotan yang diterimanya saat ini, Fatimah Azzahra diketahui memiliki rekam jejak organisasi dan akademik yang cukup panjang. Berdasarkan informasi yang tercantum dalam akun LinkedIn miliknya, Fatimah merupakan mahasiswa Program Sarjana Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) angkatan 2023.
Selain aktif menempuh pendidikan di bidang kedokteran, ia juga dikenal aktif dalam berbagai organisasi kemahasiswaan. Pada 2026, Fatimah dipercaya menjabat sebagai Wakil Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI), salah satu posisi strategis dalam organisasi mahasiswa tingkat universitas.
Sebelumnya, ia juga menjabat sebagai Head of 2nd Commission Dewan Perwakilan Mahasiswa Universitas Indonesia (DPM UI) pada 2025. Dalam posisi tersebut, Fatimah terlibat dalam berbagai proses kelembagaan kampus, mulai dari penyusunan mekanisme fit and proper test hingga pembentukan panitia khusus untuk rancangan peraturan kemahasiswaan.
Tak hanya aktif di organisasi, Fatimah juga terlibat dalam berbagai kegiatan advokasi dan akademik. Pada 2025, ia menjadi orator dalam kegiatan bertajuk "Independence of the Medical Profession" yang diselenggarakan Dewan Guru Besar FKUI bersama BEM FKUI.