news

Sadar Digitalisasi Keuangan, Pedagang Keliling di Jombang Ini Sediakan Layanan Pembayaran QRIS

Rabu, 24 Juni 2026 | 22:15 WIB
Rombong pentol milik Imam Yusuf tampak ditempeli merchant QRIS. (SketsaNusantara.id/As'ad Choirudin)

SketsaNusantara.id - Layanan transaksi pembayaran QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) berada di toko-toko besar, tempat wisata, atau fasilitas umum yang berbayar sudah jamak. Namun, lembaran QRIS itu masih jarang ditemui bagi pelaku usaha kecil.

Bagi pelaku usaha kecil, menyediakan pembayaran digital jarang terpikirkan, mereka lebih fokus pada barang dagangannya agar cepat terjual. 

Hal itu tidak berlaku bagi Imam Yusuf (47). Penjual pentol keliling menggunakan sepeda motor di Jombang, Jatim ini menempelkan merchant QRIS di rombong dagangannya.

Tidak hanya satu, ada 3 lembar yang dia tempelkan di kaca rombong kecilnya di berbagai sisi. Dengan begitu, meski dia melaju cepat, masih tampak jelas ada merchan QRIS pada rombongnya.

Baca Juga: Tiyo Ardianto Ramai Dihujat Usai Dilaporkan ke Polisi, Unggahan Eks Ketua BEM UGM Tampilkan Tokoh Pewayangan Wisanggeni Jadi Sorotan

“Baru dua bulan saya pasang ini,” jawab Yusuf saat ditanya SketsaNusantara.id di sela-sela menjajakan dagangannya, Selasa 23 Juni 2026.

Meski hanya sebagai pedagang kecil, ia tidak tampak malu dengan menyediakan layanan pembayaran digital tersebut.

Ditanya alasan apa sehingga muncul ide dirinya menyediakan layanan pembayaran itu, Yusuf mengaku dari baca-baca berita di media online. Selain itu, juga berdasarkan pengalaman saat berada di tempat umum waktu berada di luar kota.

“Ya dari baca-baca berita di media itu, Mas. Saya juga pernah ada pengalaman di Jakarta, saat membayar pakai uang tunai tidak bisa. Pembayarannya harus menggunakan QRIS," ungkap warga Desa Pucangsimo, Kecamatan Bandarkedungmulyo ini.

Yusuf berkata, tidak banyak pelanggan yang menggunakan layanan pembayaran melalui QRIS yang disediakan. Dalam sehari hanya ada 4 sampai 5 pembeli. Namun dari metode pembayaran baru tersebut, ia menuai keuntungan lainnya.

“Terkadang anak-anak ambil uang di saya. Kadang juga ada yang top up dan beli pulsa” kata Yusuf.

Baca Juga: Apa Itu Heat Stroke? Penyakit yang Diduga Sebabkan Calon Manajer Kopdes Meninggal saat Pelatihan, Penyebab hingga Bahayanya

Menurut Yusuf, pelanggan yang sebagian besar dari kalangan pelajar dan santri justru lebih peka dan pintar daripada dirinya. Dia menduga, dengan dipasangnya QRIS itu, para pembelinya berpikir bisa melakukan transaksi keuangan.

“Biasanya mereka ambil bonus dari aplikasi tontonan yang ada di HP. Mereka kan lebih pintar menggunakan aplikasi-aplikasi yang berhadiah. Jadi, karena jumlahnya kecil, mereka enggan ambil di agen seperti ini,” ujar Yusuf sambil menunjuk Agen BRILink yang tepat berada di samping saat dia berjualan.

Halaman:

Tags

Terkini