Munir lantas mengajukan pinjaman KUR BRI ke Unit Gudo. “Waktu itu saya mengajukan pinjaman KUR Rp100 juta ke BRI Gudo,” ungkap dia.
Pinjaman yang ia terima digunakan untuk pembangunan atap gudang, pembelian peralatan, dan membayar gaji karyawan.
Dijelaskan, setiap mendapat pesanan, konsumen diwajibkan membayar 50 persen dari total harga alsintan yang dipesan. “Saya haruskan bayar 50 persen. Itu untuk pembelian bahan baku. Jadi untuk nggaji karyawan uang dari pinjaman bank,” terang dia.
Setiap hari, ketiga karyawan Munir menerima gaji sebesar Rp100 ribu. “Modal KUR BRI itu saya putar sampai sekarang,” katanya.
Dari usaha alsintan tersebut, munir mengaku menerima penghasilan kotor setiap bulan hingga Rp25 juta. “Setelah dipotong kerusakan alat dan untuk gaji karyawan sisanya sekitar Rp10 sampai Rp15 juta,” jelas Munir.
Kini ia sedang menjajaki penawaran 50 lebih unit mesin penggiling jagung dengan total nilai Rp145 juta. Harga per unitnya, kata Munir, Rp2.800.000. “Mesin itu digunakan menggiling jagung menjadi tepung. Ukuran dieselnya 5 sampai 8 HP (horsepower). Semoga disetujui,” pungkasnya sambil tersenyum.
Kisah Munir menjalankan bisnis produksi alsintan begitu inspiratif. Meski tidak linier dengan pendidikannya, ia mampu mewujudkan bisnis tersebut. Berbekal pengalaman, jaringan, dan dukungan KUR BRI, manfaat usahanya meluas. Tidak hanya untuk perekonomian keluarga dan karyawan, Munir telah berkontribusi bagi para petani dalam ketahanan pangan sesuai program pemerintah.
Sementara, Pimpinan Cabang BRI Jombang Boedhi Winaryo mengatakan, dukungan anggaran seperti yang diterima Misbachul Munir masuk kategori KUR Mikro. Boedhi menambahkan, hal itu dilihat dari jumlah pinjaman yang diterima debitur.
“Program KUR ada dua, mikro dan retail. Di atas Rp10 juta sampai maksimal Rp100 juta per debitur kategorinya adalah mikro. Sedangkan nilai pinjaman KUR retail yaitu di atas Rp100 juta sampai maksimal Rp500 juta per debitur,” terang Boedhi.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!