news

Sederet Kontroversi Budiman Sudjatmiko, Kepala BP Taskin Digeruduk Mahasiswa hingga Disebut 'Pengkhianat Reformasi' di Forum Diskusi UGM

Rabu, 17 Juni 2026 | 16:00 WIB
Potret Budiman Sudjatmiko yang kerap menuai kontroversi hingga diteriaki 'pengkhianat reformasi' oleh mahasiswa di forum diskusi UGM (Instagram/@masbud_sudjatmiko)

Namun, proyek tersebut menuai kritik dari sejumlah pengamat teknologi dan ekonomi karena realisasinya dinilai berjalan lambat, tidak jelas, bahkan dianggap terlalu ambisius di tengah kondisi ekosistem riset serta digitalisasi Indonesia yang masih menghadapi berbagai tantangan.

Terlebih, proyek tersebut juga menelan anggaran cukup besar mencapai €1 miliar atau sekitar Rp18 triliun untuk investasi yang dinilai sebagai pemborosan.

Sejumlah pihak menilai Bukit Algoritma berpotensi menjadi proyek yang lebih menonjolkan aspek pencitraan dibanding pembangunan ekosistem riset dan inovasi yang konkret.

3. Wacana Pembangunan Kota Metaverse (2023)

Saat menjabat sebagai Dewan Pakar Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran, Budiman melempar gagasan pembangunan 10 kota metaverse di Indonesia dengan Ibu Kota Nusantara (IKN) sebagai pusat ekosistem digital.

Gagasan tersebut memicu perdebatan karena dinilai kurang relevan dengan kebutuhan pembangunan teknologi nasional saat ini.

Sejumlah pengamat berpendapat bahwa pemerintah seharusnya lebih fokus pada penguatan infrastruktur digital, keamanan data nasional, serta pengembangan kecerdasan buatan (AI) yang memiliki manfaat lebih nyata bagi masyarakat.

Selain itu, konsep metaverse dianggap membuang anggaran karena sebagian kalangan mulai kehilangan momentum seiring menurunnya antusiasme global terhadap teknologi tersebut, serta tidak menyentuh kebutuhan darurat masyarakat di dunia nyata.

4. Usulan Dana SDM Desa

Pada awal 2023, Budiman kembali menuai kritik setelah mengusulkan pembentukan dana khusus pengembangan sumber daya manusia (SDM) desa kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Ia mengusulkan alokasi anggaran sebesar Rp200 juta hingga Rp500 juta per desa yang secara khusus digunakan untuk meningkatkan kualitas SDM masyarakat desa.

Meski dinilai memiliki tujuan positif, usulan tersebut mendapat kritik dari sejumlah pengamat anggaran dan tata kelola pemerintahan.

Banyak pihak menilai program tersebut berpotensi tumpang tindih dengan Dana Desa yang sudah berjalan, sekaligus membuka celah penyalahgunaan apabila mekanisme pengawasannya tidak dirancang secara ketat.

5. Mengaku Ditawari Uang Miliaran untuk Mendukung Ganjar-Mahfud

Pernyataan Budiman yang sempat menjadi perbincangan luas lainnya adalah pengakuannya bahwa dirinya pernah ditawari uang miliaran rupiah untuk mendukung pasangan Ganjar Pranowo-Mahfud MD pada Pilpres 2024.

Halaman:

Tags

Terkini