SketsaNusantara.id - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memberikan penjelasan mengenai gempa bumi yang mengguncang Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng).
Dalam unggahan di akun Instagram resmi, BMKG mengumumkan gempa mengguncang Palu pada hari Selasa, 16 Juni 2026 sekitar pukul 10:27 WIB.
BMKG mencatat bahwa episenter atau pusat gempa berada sekitar 42 km arah tenggara Palu dengan kedalaman 10 km dan tidak berpotensi tsunami.
Getaran gempa bumi bisa dirasakan secara luas di berbagai wilayah termasuk Polewali Mandar hingga Gorontalo dan Parepare, Sulawesi Selatan serta beberapa wilayah di Sulawesi Barat.
Gempa di Palu menyita perhatian publik karena guncangannya yang merusak. Dalam video yang beredar di media sosial, terlihat sejumlah bangunan dan pusat perbelanjaan di Kota Palu mengalami kerusakan cukup parah.
Tampak dari video yang beredar, masyarakat merasakan guncangan terasa cukup kencang. Banyak barang dan bangunan toko berserakan yang ikut terdampak bencana ini.
"Guncangan gempa 6,7 SR di Palu terasa cukup kencang. Warga bergegas lari ke luar rumah untuk menghindari dampak bencana," tulis akun Instagram @feedgramindo yang mengunggah video kerusakan akibat gempa di Palu.
Lebih lanjut, BMKG menjelaskan bahwa gempa yang mengguncang Palu merupakan gempa bumi dangkal yang dipicu sesar aktif dengan mekanisme pergerakan geser turun atau oblique normal.
"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat sesar aktif," tulis BMKG dikutip SketsaNusantara.id dari video konferensi pers yang diunggah di akun Instagram @infobmkg.
"Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan geser turun atau oblik normal," lanjutnya.
Dalam press release terbaru, BMKG kembali menekankan bahwa gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Meski begitu, masyarakat diminta waspada akan terjadinya gempa susulan.