Saat proses pengembangan kasus berlangsung, polisi menyebut korban melakukan perlawanan terhadap petugas. Selain itu, korban juga disebut berusaha melarikan diri meskipun sudah berada dalam pengawasan aparat.
"Pada saat pengembangan, pelaku melakukan perlawanan dan berusaha melarikan diri. Anggota kami sempat mengalami luka akibat perlawanan tersebut," ujarnya.
Polisi menyatakan telah memberikan tembakan peringatan sebelum mengambil tindakan lebih lanjut. Namun peringatan tersebut disebut tidak dihiraukan sehingga aparat melakukan tindakan tegas sesuai prosedur yang berlaku.
Setelah terkena tembakan, korban langsung dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Lampung untuk mendapatkan perawatan medis. Berdasarkan keterangan kepolisian, kondisi korban awalnya masih sadar saat tiba di rumah sakit.
Penyidik bahkan sempat melakukan pemeriksaan awal karena korban masih menunjukkan tanda-tanda vital yang baik. Namun beberapa waktu kemudian kondisi kesehatannya disebut terus menurun.
Tim medis kemudian memberikan penanganan intensif. Meski demikian, korban akhirnya dinyatakan meninggal dunia setelah kondisi tubuhnya tidak lagi menunjukkan denyut nadi.
Kasus tersebut terus menjadi perhatian publik karena adanya perbedaan keterangan antara pihak keluarga dan kepolisian. Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan lanjutan yang menjelaskan hasil pemeriksaan atau perkembangan terbaru terkait penyebab kematian JI selama proses penanganan perkara berlangsung.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!