news

Baru 15 Hari Menikah, Istri Buron Curanmor yang Tewas Ditembak Polisi Menangis: Diambil Sehat, Pulang Meninggal Dunia

Senin, 8 Juni 2026 | 08:00 WIB
Menyoroti tewasnya DPO Kasus Curanmor di Lampung hingga picu perdebatan ihwal kronologinya antara versi polisi dan keterangan sang istri. (Instagram.com/@jakarta.insider)

SketsaNusantara.id - Kasus kematian seorang buron kasus dugaan pencurian motor di Lampung Timur menjadi perhatian publik. Peristiwa itu ramai dibahas setelah muncul video istri korban yang mempertanyakan proses penangkapan suaminya oleh aparat kepolisian.

Perdebatan di media sosial semakin meluas karena terdapat perbedaan keterangan antara pihak keluarga dan kepolisian. Keduanya menyampaikan versi berbeda mengenai kondisi korban saat diamankan hingga akhirnya meninggal dunia.

Korban diketahui berinisial JI. Ia merupakan terduga pelaku yang masuk dalam daftar pencarian orang atau DPO dalam kasus dugaan pencurian dengan kekerasan yang sedang ditangani kepolisian.

Baca Juga: Marc Klok Bantah Tegas Tuduhan Rasis terhadap Henri Doumbia, Lewat Pernyataan Resmi Tuntut Permintaan Maaf dari Bhahayangkara Presisi Lampung FC

Berdasarkan informasi yang beredar, JI sempat menjalani perawatan di rumah sakit setelah terkena tembakan aparat saat proses pengembangan kasus di wilayah Kecamatan Jabung, Lampung Timur, pada 3 Juni 2026.

Setelah mendapatkan penanganan medis, korban akhirnya dinyatakan meninggal dunia. Peristiwa tersebut kemudian menjadi sorotan luas setelah video sang istri beredar di media sosial.

Dalam rekaman yang tersebar, istri korban meminta penjelasan terkait kondisi suaminya yang pulang ke rumah dalam keadaan meninggal dunia. Ia juga membantah keterangan yang menyebut suaminya melakukan perlawanan saat diamankan petugas.

Baca Juga: Kronologi Massa Serbu Polres Lampung Tengah, Tuntut Pembebasan 3 Warga Terkait Kasus Pengeroyokan Terduga Pencuri

"Ada rumor katanya suami saya kabur, suami saya katanya melawan (polisi)," ujarnya dalam video yang beredar.

Menurut keterangan sang istri, suaminya tidak melakukan perlawanan ketika petugas datang ke rumah mereka. Ia menyebut korban justru memilih menyerahkan diri saat aparat mendatangi kediamannya.

Ia juga menceritakan bahwa petugas sempat menanyakan keberadaan senjata api kepada korban. Namun menurutnya, tidak ada senjata api yang dimiliki suaminya sebagaimana yang dituduhkan.

Keterangan dari pihak keluarga kemudian memicu berbagai tanggapan di media sosial. Banyak warganet mempertanyakan kronologi kejadian yang sebenarnya terjadi saat proses penangkapan dan pengembangan perkara berlangsung.

Sementara itu, Polresta Bandar Lampung memberikan penjelasan berbeda mengenai insiden tersebut. Kasatreskrim Polresta Bandar Lampung Kompol Gigih Andri Putranto menyatakan JI merupakan salah satu target pencarian polisi dalam perkara pencurian dengan kekerasan.

Menurut Gigih, penyelidikan yang dilakukan polisi berhasil mengidentifikasi keberadaan JI hingga akhirnya dilakukan penindakan terhadap yang bersangkutan.

Halaman:

Tags

Terkini