SketsaNusantara.id - Hari Donor Darah Sedunia atau World Blood Donor Day diperingati setiap tahunnya pada tanggal 14 Juni.
Peringatan ini menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya donor darah.
Hari Donor Darah Sedunia juga menjadi momen untuk memberikan penghargaan kepada para pendonor sukarela yang telah membantu menyelamatkan jutaan nyawa di seluruh dunia.
Pada 2026, Hari Donor Darah Sedunia kembali diperingati pada 14 Juni dengan tema global One Drop of Humanity. Give Blood. Save Lives atau 'Setetes Kemanusiaan. Donorkan Darah. Selamatkan Nyawa'.
Tema tersebut menekankan bahwa setiap tetes darah yang didonorkan merupakan bentuk solidaritas dan kepedulian terhadap sesama.
Melalui kampanye tersebut, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengajak masyarakat untuk menjadi pendonor darah sukarela secara rutin.
Anjuran tersebut juga berguna untuk memastikan ketersediaan darah yang aman bagi pasien yang membutuhkan transfusi darah.
Di Indonesia, peringatan Hari Donor Darah Sedunia biasanya diramaikan dengan berbagai kegiatan seperti donor darah massal, edukasi kesehatan hingga kampanye kemanusiaan.
Tak hanya itu, pada peringatan tersebut juga kerap digelar penghargaan bagi pendonor sukarela yang aktif mendonorkan darahnya melalui Palang Merah Indonesia (PMI) maupun instansi kesehatan.
Awal Mula Peringatan Hari Donor Darah Sedunia
Dikutip SketsaNusantara.id dari WHO, Hari Donor Darah Sedunia pertama kali diselenggarakan pada 2004 atas prakarsa WHO bersama sejumlah organisasi internasional di bidang transfusi darah.
Tujuannya adalah meningkatkan kesadaran global mengenai kebutuhan darah yang aman serta mendorong masyarakat untuk menjadi pendonor sukarela tanpa bayaran.