SketsaNusantara.id - Penunjukan Nanik Sudaryati Deyang atau yang lebih dikenal sebagai Nanik S Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) kembali menjadi sorotan publik.
Kali ini, perhatian tidak hanya tertuju pada rekam jejak politiknya, tetapi juga pada statusnya yang diketahui masih menjabat sebagai Komisaris PT Pertamina (Persero) berdasarkan informasi yang tercantum di situs resmi perusahaan.
Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat mengenai kemungkinan rangkap jabatan yang dilakukan Nanik setelah dipercaya memimpin Badan Gizi Nasional, lembaga yang bertanggung jawab atas pelaksanaan berbagai program strategis pemerintah, termasuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Berdasarkan informasi yang ditampilkan pada laman resmi PT Pertamina (Persero), Nanik Sudaryati Deyang ditunjuk sebagai Komisaris PT Pertamina melalui keputusan pemegang saham pada 12 Juni 2025.
“Nanik Sudaryati Deyang ditunjuk sebagai Komisaris PT Pertamina (Persero) berdasarkan Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara dan Direktur Utama Perusahaan Perseroan (Persero) PT Danantara Asset Management selaku para pemegang saham,” demikian keterangan profil yang dipublikasikan Pertamina.
Selain menjabat sebagai Komisaris Pertamina, profil tersebut juga menyebut bahwa Nanik memiliki sejumlah posisi strategis lainnya.
Kabar mengenai penunjukan Nanik sebagai Kepala BGN kemudian memunculkan diskusi di ruang publik mengenai apakah posisi tersebut akan dirangkap atau akan ada mekanisme pelepasan jabatan dari salah satu posisi yang saat ini diembannya.
Hingga artikel ini ditulis, belum terdapat keterangan resmi yang menjelaskan apakah Nanik akan tetap mempertahankan jabatannya sebagai Komisaris Pertamina setelah dipercaya memimpin BGN atau akan mengundurkan diri dari posisi tersebut.
Penunjukan Kepala Badan Gizi Nasional menjadi perhatian besar karena lembaga ini memegang peran penting dalam mengelola Program Makan Bergizi Gratis yang menyasar jutaan penerima manfaat di seluruh Indonesia.
Program tersebut membutuhkan tata kelola yang kompleks, mulai dari pengadaan bahan pangan, distribusi, pengawasan kualitas makanan, hingga pengelolaan anggaran dalam jumlah besar.
Karena itu, publik menilai posisi Kepala BGN merupakan jabatan strategis yang membutuhkan fokus penuh untuk memastikan program berjalan efektif dan tepat sasaran.