news

Upacara Harlah Pancasila Khidmat dan Penuh Makna, Kepala SMKN 3 Bondowoso Tegaskan Sari Pati Pancasila Adalah Gotong Royong

Senin, 1 Juni 2026 | 17:25 WIB
Upacara dalam rangka Hari Lahir Pancasila di SMKN 3 Bondowoso. (SketsaNusantara.id/As'ad Choirudin)

 

SketsaNusantara.id - Suasana khidmat dan penuh rasa nasionalisme tampak terpancar di lapangan utama SMKN 3 Bondowoso pada pelaksanaan upacara peringatan Hari Lahir (Harlah) Pancasila, Senin 1 Mei 2026, pagi. Diikuti oleh seluruh siswa, guru,tenaga kependidikan serta staf tata usaha, momen bersejarah ini menjadi ajang refleksi bersama untuk memperkuat nilai-nilai luhur bangsa.

Kepala SMKN 3 Bondowoso, Daris Wibisono Setiawan, memberi pesan mendalam kepada para peserta upacara. Pancasila, kata Daris, bukan sekadar teks hafalan yang dibacakan setiap upacara, melainkan panduan hidup yang aktif.

"Jika kita peras seluruh sila dalam Pancasila, maka sari patinya adalah gotong royong. Ruh asli bangsa Indonesia yang harus terus kita hidupkan, terutama di lingkungan sekolah," tegas Daris penuh semangat.

Baca Juga: Apa Itu Hari Dermaga Nasional? Ternyata Ada Sejarah Penting di Balik Peringatan 17 Juni yang Berkaitan dengan Ekonomi Indonesia

Daris memberikan contoh pada sila pertama. Ia menerangkan, prinsip ketuhanan harus dilandasi jiwa gotong royong dengan mengakomodasi nilai-nilai budaya lokal, bersifat lapang, transformatif, serta mampu membina toleransi antarumat beragama.

“Maka sangat jelas bahwa Pancasila tidak menghendaki ketuhanan yang saling menyerang, mengucilkan, dan mendominasi agama-agama yang lain,” imbuh Daris.

Pada akhir amanatnya, Doktor lulusan Universitas Jember tersebut menjelaskan, nilai gotong royong sangat relevan dengan tuntutan dunia pendidikan modern saat ini. Hal itu, ujarnya, berkaitan pada tiga point utama, yakni; pentingnya kolaborasi era digital, menguatkan kepedulian sosial, dan penguatan pendidikan karakter siswa.

Baca Juga: Tak Banyak yang Tahu, 2 Lokasi Wisata Bersejarah Ini Disebut Menjadi Saksi Awal Lahirnya Gagasan Pancasila

"Gotong royong merupakan fondasi karakter dasar yang menentukan cara siswa kita berpikir dan bertindak. Kecerdasan akademis dan keahlian teknis tidak akan maksimal tanpa bekerja sama,” pungkas Daris penuh semangat.  

Upacara bendera yang dimulai sejak pagi hari itu berjalan tanpa hambatan. Petugas upacara yang merupakan gabungan dari organisasi kesiswaan tampil memukau dengan disiplin tinggi. Pengibaran bendera merah putih diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya berhasil menggetarkan hati seluruh peserta yang hadir.

Suasana semakin syahdu saat pembacaan teks Pancasila dan pembukaan UUD 1945 menggema di area sekolah, mengingatkan kembali perjuangan para pendiri bangsa dalam merumuskan dasar negara.***

Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!

Tags

Terkini