SketsaNusantara.id - Kegigihan pelaku usaha di sektor pertanian terbukti mampu menjadi motor penggerak ekonomi pedesaan. Salah satu bukti nyatanya adalah Bagus Sutrisno (38), seorang petani melon inovatif asal Dusun Pacar, Desa Pacarpeluk, Kecamatan Megaluh, Jombang, Jawa Timur. Ia sukses mentransformasi lahan terbatas menjadi ladang bisnis pertanian bernilai tinggi dengan omset yang menggiurkan.
Berbeda dengan pertanian konvensional, Bagus memulai langkahnya pada tahun 2021 lalu dengan modal awal yang terukur, yakni sekitar Rp3.000.000 untuk membeli bibit unggul, pupuk, dan sistem irigasi dasar.
Menariknya, keahlian dalam teknik budidaya melon premium ini tidak didapatkannya dari bangku sekolah formal, melainkan melalui belajar mandiri secara otodidak.
"Awalnya saya modal nekat belajar otodidak dari internet dan diskusi antarpetani. Pola tanam awal masih skala kecil, dan pemasarannya pun memanfaatkan jejaring media sosial serta komunitas lokal di sekitar rumah," ungkap Bagus saat ditemui di sela-sela aktivitasnya di kebun, awal pekan ini.
Melihat tingginya permintaan pasar terhadap melon premium yang memiliki kualitas rasa lebih manis dan tahan lama, Bagus melihat peluang besar untuk melakukan ekspansi. Namun, memperluas lahan dan membangun fasilitas pelindung tanaman (greenhouse) membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Tantangan modal tersebut akhirnya terpecahkan ketika ia memutuskan mengakses pembiayaan perbankan.
Bagus mengajukan tambahan modal kerja sebesar Rp50.000.000 melalui fasilitas Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari BRI. Langkah ini berjalan mulus berkat pendampingan responsif dari Mantri BRI Cabang Megaluh.
Kini, kerja keras pria berusia 38 tahun ini membuahkan hasil yang sangat manis. Melon hasil budidayanya memiliki standarisasi kualitas yang diminati oleh pengepul besar hingga masuk ke pasar swalayan.
Dalam satu siklus panen raya (sekitar 60-70 hari), omset penjualan yang dikantongi Bagus kini mampu menembus angka Rp 45.000.000 hingga Rp 60.000.000, tergantung pada tonase dan harga pasar yang berlaku.
Jangkauan pengiriman melon dari Kecamatan Megaluh ini sekarang tidak hanya memenuhi kebutuhan lokal, tetapi sudah merambah ke berbagai kota besar di Jawa Timur.
Sebagai penggerak ekonomi di desanya, Bagus tidak ingin maju sendirian. Ia berkomitmen untuk terus menularkan ilmu pertanian modern ini kepada pemuda setempat.
"Harapan ke depan saya ingin menambah titik lahan baru lagi, menerapkan teknologi pertanian yang lebih maju, dan pastinya bisa menyerap lebih banyak tenaga kerja dari warga sekitar Dusun Pacar ini," pungkas Bagus.***