SketsaNusantara.id - Instruksi Presiden Prabowo Subianto agar seluruh jenjang sekolah di Indonesia mempelajari bahasa Prancis mulai menarik perhatian publik.
Wacana tersebut tidak hanya ramai dibicarakan di media sosial, tetapi juga mendapat sorotan dari Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), khususnya Komisi X yang membidangi sektor pendidikan.
Dikutip SketsaNusantara.id dari laman resmi Fraksi PKB, Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani, akan meminta penjelasan resmi kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terkait instruksi Presiden Prabowo tersebut.
Menurut Lalu Hadrian, DPR perlu mengetahui secara jelas seperti apa arah kebijakan yang dimaksud pemerintah.
Ia pun menilai kebijakan pendidikan tidak bisa disusun secara tergesa-gesa tanpa mempertimbangkan kebutuhan nasional dan kesiapan implementasi di lapangan.
“Soal kejelasan wajib belajar Bahasa Prancis di sekolah, kami tentu akan meminta Kemendikdasmen menjelaskannya pada Raker dengan kami nanti,” kata Lalu Hadrian.
Ia kemudian menyinggung bahwa sebelumnya juga pernah muncul wacana pembelajaran bahasa Portugis di sekolah.
Namun Lalu menambahkan, sampai sekaran belum terlihat tindak lanjut nyata baik dari sisi roadmap, regulasi maupun kesiapan pelaksanaan di dunia pendidikan nasional.
Lalu Hadrian menegaskan bahwa penguatan kemampuan bahasa asing memang penting di tengah tantangan global yang terus berkembang.
Kendati demikian, kebijakan pendidikan disebut harus disusun berdasarkan berbagai pertimbangan mendasar.
“Kami memandang penguatan kemampuan bahasa asing memang penting,” ujarnya.