news

Idul Adha 1447 H, UIN KHAS Jember Sembelih Belasan Hewan Kurban, Rektor: Ini Ibadah Ritual dan Sosial

Rabu, 27 Mei 2026 | 23:19 WIB
Rektor UIN KHAS Jember Prof Hepni saat memantau proses penyembelihan hewan. (Dok UIN KHAS Jember)

SketsaNusantara.id - Hari Raya Idul Adha 1447 H, Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember terus konsisten dalam menjalankan ajaran agama melalui penyembelihan kurban.

Termasuk, dengan ikut memberdayakan dan ikut berbagi kebahagiaan kepada masyarakat sebagai bagian dari tanggungjawab sosial.

Rektor UIN KHAS Jember Prof Hepni mengatakan,  saat ini proses penyembelihan hewan kurban dilaksanakan seperti tahun-tahun sebelumnya dan dibagikan kepada mereka yang berhak menerimanya.

Baca Juga: 37 CPNS UIN KHAS Jember Resmi Dilantik Jadi PNS, Menag Tekankan Integritas dan Nilai BerAKHLAK

“Kami melaksanakan penyembelihan dan distribusi hewan kurban pada Idul Adha 1447 H ini secara konsisten, seperti tahun-tahun sebelumnya,” ujarnya saat dikonfirmasi, Rabu 27 Mei 2026.

Ia menyampaikan, pelaksanaan penyembelihan hewan kurban ini merupakan ibadah simbolik yakni Tauhidul Ibadan dan Tauhidul Ummah.

“Maksudnya yakni semua umat berkewajiban bukan hanya menjalankan ibadah ritual saja, melainkan ikut menjalankan ibadah sosial kepada sesama umat manusia,” imbuhnya.

Baca Juga: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN KHAS Jember Berangkatkan Mahasiswa PPL Internasional ke Malaysia dan Thailand

Dengan disimbolkan melalui penyembelihan hewan kurban, Prof Hepni menerangkan ini bagian dari simbol dalam menjalankan ajaran agama.

“Yang mana sebelum menyembelih hewan, maka kita diminta untuk menyembelih sifat-sifat buruk (kikir, batil, tamak dan sifat buruk lainnya) dalam diri kita terlebih dahulu,” terangnya.

“Sehingga saat melaksanakan penyembelihan ini, akan muncul sifat ketaqwaan dan ketauhidan kita kepada Allah SWT,” tegasnya.

Baca Juga: Kekerasan Seksual di Pondok Pesantren Ndolo Kusumo, Rektor UIN KHAS Jember Dorong Langkah Tegas Kemenag RI

Selanjutnya, ia menyampaikan maka kemudian melakukan pembagian daging kurban kepada penerima.

“Ini bagian dari pemberdayaan dan rasa empati kita kepada lingkungan sosial, sehingga ikut berkontribusi menjamin gizi masyarakat yang kurang mampu agar bisa lebih berdaya saing ke depannya,” paparnya.

Halaman:

Tags

Terkini