SketsaNusantara.id - Pemerintah Kabupaten Jember secara langsung memberikan atensi, terhadap kejadian belasan siswa TK dan PAUD yang mengalami keracunan makanan.
Kejadian tersebut terjadi usai belasan siswa mengkonsumsi MBG pada hari sebelumnya, kemudian didapati beberapa siswa awal yang merasa mual dan muntah.
Melihat kondisi tersebut, Penjabat Sekretaris Daerah (PJ Sekda) Achmad Imam Fauzi mengatakan bahwa kejadian ini telah ada korban dan tidak boleh terulang kembali.
"Faktanya sudah ada korban dan ini menjadi perhatian kami, maka perlu ada yang dibenahi mulai hulu dan hilirnya," ujarnya saat dikonfirmasi, Kamis 21 Mei 2026.
Atas kejadian ini, Fauzi menyampaikan permintaan maaf kepada korban keracunan dan akan mengusut tuntas persoalan ini.
"Bupati menyampaikan kepada kami bahwa meminta maaf atas insiden tersebut, dan Pemerintah Kabupaten Jember sepenuhnya berada di sisi korban," imbuhnya.
Baca Juga: Belasan Siswa Diduga Keracunan, Satgas MBG Kabupaten Jember Temukan Standar Kebersihan Kurang
Fauzi menegaskan, dalam berbagai insiden yang telah terjadi di Jember terkait MBG, belum ada satu pun SPPG yang dikenai sanksi penghentian operasional secara permanen.
"Hasil diskusi kami, ternyata masih belum ada SPPG yang disuspend secara permanen. Tetapi kami berfikir bahwa keselamatan menjadi hal utama dibandingkan dengan jumlah layanannya," pungkasnya.
Peristiwa yang menimpa belasan siswa diduga keracunan ini menurutnya, telah diterima melalui kanal wadul gus e dan ini langsung ditindaklanjuti.
Baca Juga: Belasan Siswa Diduga Keracunan, Satgas MBG Kabupaten Jember Temukan Standar Kebersihan Kurang
Maka dari itu, Satgas MBG Pemkab Jember nantinya hanya mampu memberikan rekomendasi kepada Badan Gizi Nasional (BGN), tetapi dirinya tetap akan memberikan rekomendasi yang tegas.
"Terkait dengan diberikan sanksi suspend atau tidaknya, memang sudah ada korban. Kami dari Satgas tetap akan merekomendasi yang tegas kepada pengampu policy (BGN)," terangnya.