SketsaNusantara.id - Belasan siswa TK dan PAUD di Jember yang diduga mengalami keracunan, pasca mengkonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG) terus mendapatkan sorotan tajam.
Pasalnya, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) harus bertanggungjawab atas kelalaiannya dalam pelaksanaan MBG tersebut.
Ketua DPC Partai Garuda Jember Rio Chirstiawan mengatakan, kejadian ini kembali terulang dan hal ini menciderai keinginan dalam membangun SDM yang unggul menyongsong Indonesia Emas.
Baca Juga: Belasan Siswa Diduga Keracunan, Satgas MBG Kabupaten Jember Temukan Standar Kebersihan Kurang
"Kejadian ini jangan dianggap sebelah mata, karena dalam hal ini pasti adanya kelalaian (Humas Error) fatal yang di tingkat pengelola dapur," ujarnya saat dikonfirmasi, Kamis, 21 Mei 2026.
Maka perlu langkah strategis dalam mengatasi persoalan ini, sehingga tidak terjadi dikemudian hari dan merugikan penerima manfaat serta sejumlah pihak.
Rio menjelaskan, program MBG ini menjadi salah satu cara yang digagas Presiden Prabowo Subianto dalam memastikan tumbuh kembang anak agar gizi yang diterima tercukupi.
"Program ini jangka panjang, jangan sampai ternodai dengan adanya oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab. Karena MBG salah satu langkah menjaga kebutuhan gizi anak," imbuhnya.
Kebijakan pembuatan dapur MBG ini menurutnya, menggunakan anggaran dengan skala besar dan menjadi perhatian publik. Namun, dalam praktiknya sangat rawan disabotase atau dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi oknum tertentu.
"Pasti sangat disoroti MBG ini, karena menggunakan alokasi anggaran yang besar. Maka dari itu, bagi pihak-pihak yang tidak senang kejadian seperti ini akan dipolitisasi untuk menjatuhkan kredibilitas," terangnya.
Baca Juga: TPA Pakusari Over Capacity, DPRD Jember Ungkap Ancaman Sampah Menumpuk di Jalan dan Sungai
Maka dari itu, Politisi Garuda ini menekankan agar pengelola SPPG harus diungkap dengan tegas, karena persoalan ini efek domino.
"Kami melihat kesalahan ini sangat fatal, dan pasti ada kelalaian dalam implementasi SOP higienitas dan sanitasinya yang telah diperketat oleh BGN," tegasnya.
Artikel Terkait
2 Fakta Keluarga Achmad Syahri Assidiqi, Anggota DPRD Jember yang Viral, Kakek Kiai Terkenal dan Ayah Eks DPR RI
Anggota Dewan Viral Main Game saat Rapat Belum Ada Permintaan Maaf, Ketua Komisi D DPRD Jember Minta Bermuhasabah
Anggota DPRD Jember yang Main Game saat Rapat, Badan Kehormatan Parlemen Belum Terima Laporan
Klarifikasi Achmad Syahri Assidiqi soal Merokok dan Main Game saat Rapat, Siap Terima Sanksi dari DPRD Jember dan Gerindra
Viral Anggota DPRD Jember Main Game dan Merokok Saat Rapat, Achmad Syahri as Shiddiqi Sampaikan Permohonan Maaf
Terbukti Bersalah, Majelis Kehormatan DPP Partaj Gerindra Beri Sanksi Tegas ke Anggota DPRD Jember yang Main Game
Anggota Dewan Main Game dan Merokok Saat Rapat, Ketua Fraksi Gerindra DPRD Jember Tegaskan Lakukan Evaluasi Menyeluruh
TPA Pakusari Over Capacity, DPRD Jember Ungkap Ancaman Sampah Menumpuk di Jalan dan Sungai
Anggota DPRD Jember Bongkar Alasan Main Game Saat Rapat: Lupa Kasih Makan Sapi
Belasan Siswa TK dan PAUD Keracunan MBG, Ketua Fraksi NasDem DPRD Jember David: Cabut Izin SPPG Nakal