news

Jadi Agen BRILink, Perangkat Desa di Jombang Ini Jadi Jutawan

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:45 WIB
Mochamad Effendi menunjukkan EDC (Electronic Data Capture ) dari Bank BRI yang digunakannya untuk pelayanan transaksi pembayaran non tunai melalui BRILink yang ia kelola. (SketsaNusantara.id/As ad Choirudin)

SketsaNusantara.id - Kisah inspiratif datang dari seorang perangkat desa di Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Berkat ketekunan dan kejeliannya menangkap peluang, Mochamad Effendi (55), perangkat Desa Badang, Kecamatan Ngoro, sukses meraih penghasilan tambahan hingga jutaan rupiah per bulan dari usaha agen BRILink yang dijalankannya di rumah.

Mochamad Effendi menuturkan, sebelum terjun menjadi agen BRILink, ia aktif mengelola Koperasi Unit Desa (KUD) Badang yang menyediakan layanan pembayaran listrik dan simpan pinjam bagi warga.

“Awalnya saya memang sudah terbiasa melayani masyarakat lewat KUD, jadi ketika ada tawaran untuk jadi agen BRILink, saya tertarik mencobanya,” ujar Effendi saat ditemui SketsaNusantara.id, Jumat 15 Mei 2026.

Baca Juga: Terbukti Bersalah, Majelis Kehormatan DPP Partaj Gerindra Beri Sanksi Tegas ke Anggota DPRD Jember yang Main Game

Effendi menceritakan, Kesempatan itu datang pada tahun 2016, ketika seorang mantri BRI menawarkan kemitraan agen BRILink. Tanpa ragu, Effendi langsung membuka layanan tersebut di kediamannya.

Sejak awal beroperasi, sambung dia, usaha yang dijalankan mengalami perkembangan pesat. Ia menyediakan berbagai layanan. Seperti pembayaran listrik, tarik tunai, transfer, hingga layanan setor angsuran ke Bank BRI.

“Awalnya saya hanya coba-coba. Tapi setelah dijalani, respon masyarakat ternyata sangat bagus. Saya juga aktif menawarkan ke teman, tetangga, dan saudara,” katanya.

Baca Juga: LHKPN Jadi Sorotan, Mengulik Kekayaan Fantastis Teddy Indra Wijaya yang Meroket Tembus 20 M Pasca Setahun Jadi Seskab, Isi Garasinya Bikin Melongo

Berkat promosi yang gencar dan pelayanan yang baik, jumlah transaksi yang dilayani Effendi terus meningkat. Dalam waktu singkat, ia mampu mencatat angka transaksi rata-rata antara 600 hingga 1.000 kali per-bulannya.

Dari setiap transaksi tersebut, Effendi mendapatkan fee bervariasi. Untuk pembayaran listrik misalnya, ia mendapat fee sekitar Rp1.150 per transaksi. Sementara, biaya transfer sesama BRI sebesar Rp2.500, dan biaya transfer ke bank lain sebesar Rp4.500.

“Kalau dihitung-hitung, penghasilan bersih saya dari BRILink bisa sekitar Rp 3 juta sampai Rp 5 juta per bulan,” ungkapnya.

Baca Juga: Tersembunyi di Lereng Gunung Merapi, Desa Pentingsari Tawarkan Wisata Alam, Budaya, hingga Tur Lava yang Ramai Dicari

Menariknya, usaha ini dijalankan secara sederhana dari rumahnya sendiri. Dalam operasionalnya, Effendi dibantu oleh istri dan anaknya secara bergantian.

Penghasilan tambahan dari usaha tersebut dimanfaatkan oleh Effendi untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Bahkan, ia mengaku hampir tidak pernah menggunakan gaji yang diperolehnya sebagai perangkat desa.

Halaman:

Tags

Terkini