“Kalau bisa dikembangkan dan bekerja sama, maka wisata ini bisa menjadi salah satu destinasi keluarga serta yang mampu meningkatkan pendapatan perusahaan,” lanjutnya.
Tantangan Perkebunan yang Berdampak ke Warga
Gogot menekankan keberadaan perkebunan harus memberikan manfaat langsung kepada pekerja maupun masyarakat sekitar kebun.
Di sisi lain, masyarakat sekitar perkebunan juga diharapkan memperoleh akses pemanfaatan lahan yang selama ini terbengkalai.
Baca Juga: Urai Kemacetan di Puger, Pemkab Jember Perpanjang Durasi Operasional Truk Tambang
Menurutnya, lahan kosong di area perkebunan dapat dimanfaatkan warga untuk menanam rumput pakan ternak maupun kebutuhan produktif lainnya.
“Kalau masyarakat sekitar ikut merasakan manfaat dari keberadaan perkebunan, maka mereka juga akan ikut menjaga aset perusahaan,” katanya.
Evaluasi Keuangan dan Tambahan PAD
Direksi baru saat ini masih melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi objektif perusahaan, termasuk aspek keuangan.
Gogot mengaku pihaknya belum sepenuhnya memperoleh akses terhadap laporan tahunan maupun kondisi finansial terbaru perusahaan.
Baca Juga: Senyum Sanima di Balik Roda Baru, Wujud Nyata Kepedulian Pemkab Jember
Meski demikian, ia optimistis tim direksi mampu meningkatkan kontribusi perusahaan terhadap pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Jember.
Terkait kemungkinan tambahan penyertaan modal, Gogot menyebut seluruh opsi pembiayaan masih terbuka, mulai dari penyertaan modal pemerintah daerah, pinjaman lembaga pembiayaan negara, perbankan, hingga kerja sama dengan pihak ketiga.
Ia menilai penyertaan modal idealnya difokuskan untuk kebutuhan jangka panjang seperti peremajaan tanaman kopi dan karet yang hasilnya baru dapat dirasakan dalam beberapa tahun ke depan.
Sementara itu, pembiayaan melalui perbankan dinilai lebih cocok digunakan untuk program jangka pendek yang hasilnya bisa segera terlihat.