Pada 12 Mei 1998, demonstrasi mahasiswa terjadi di Universitas Trisakti, Jakarta. Aksi itu berakhir ricuh setelah aparat keamanan melakukan penembakan.
Empat mahasiswa Universitas Trisakti meninggal dunia dalam peristiwa tersebut. Tragedi itu memicu gelombang kemarahan publik di berbagai daerah.
Kerusuhan kemudian terjadi di sejumlah wilayah Jakarta dan sekitarnya. Situasi nasional semakin tidak terkendali setelah peristiwa tersebut.
4. Ribuan mahasiswa menduduki Gedung DPR/MPR
Pada Mei 1998, ribuan mahasiswa berhasil memasuki Gedung DPR/MPR di Jakarta. Mereka menyampaikan tuntutan agar Presiden Soeharto mundur dari jabatannya.
Aksi tersebut menjadi salah satu simbol penting gerakan Reformasi. Banyak mahasiswa bertahan selama beberapa hari di kompleks parlemen.
Sejumlah tokoh politik mulai menyatakan dukungan terhadap perubahan pemerintahan. Tekanan politik terhadap pemerintah semakin besar.
5. Soeharto resmi mengundurkan diri pada 21 Mei 1998
Pada 21 Mei 1998, Soeharto mengumumkan pengunduran dirinya sebagai Presiden Republik Indonesia. Pernyataan tersebut disampaikan di Istana Merdeka, Jakarta.
Pengunduran diri itu mengakhiri masa pemerintahan Orde Baru yang berlangsung selama 32 tahun. Setelah itu, Wakil Presiden BJ Habibie dilantik menjadi presiden.
Momen tersebut kemudian dikenang sebagai awal era Reformasi Indonesia. Banyak perubahan politik terjadi setelah pergantian pemerintahan tersebut.
6. Reformasi membawa perubahan sistem politik Indonesia
Setelah Reformasi 1998, Indonesia mengalami banyak perubahan politik. Pemilu berlangsung lebih terbuka dibanding sebelumnya.
Kebebasan pers mulai berkembang lebih luas. Banyak partai politik baru bermunculan setelah era Orde Baru berakhir.
Selain itu, sistem pemerintahan juga mengalami sejumlah perubahan penting. Amandemen Undang-Undang Dasar 1945 dilakukan dalam beberapa tahap.