"Tidak ada maksud dari saya untuk mengabaikan keselamatan penumpang lainnya. Semua sepakat bahwa keselamatan seluruh masyarakat adalah prioritas nomor satu, baik perempuan maupun laki-laki," tambahnya.
Lebih lanjut, Arifah Fauzi menekankan bahwa saat ini fokus utama pemerintah adalah memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan terbaik.
"Saya memahami bahwa dalam situasi duka seperti ini, yang menjadi fokus utama adalah keselamatan penanganan korban serta empati kepada seluruh pihak yang terdampak," tuturnya.
"Mari kita bersama-sama fokus pada penanganan korban dan serta melakukan upaya perbaikan sistem keselamatan transportasi publik agar tragedi serupa tidak terulang kembali," pungkasnya.
Selain penanganan medis bagi korban luka dan meninggal dunia, pemerintah juga berupaya memberikan pendampingan psikologis bagi penumpang dan keluarga yang mengalami trauma akibat kejadian tersebut.
Sebelumnya, pernyataan Menteri PPPA dikritik hingga mendapat tanggapan dari Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
Putra sulung SBY itu menilai bahwa keselamatan penumpang tidak boleh dibedakan berdasarkan gender.
"Yang kita fokuskan bukan perempuan dan laki-lakinya, tetapi keselamatan seluruh penumpang," ujarnya di hadapan awak media pada hari Selasa, 28 April 2026.
AHY juga menekankan fokus utama pasca kecelakaan di Bekasi ini yaitu pada aspek keselamatan transportasi yang harus menjadi prioritas utama.
"Bagaimana sistem transportasi kereta dan sistem transportasi yang aman bagi masyarakat," ujarnya.
Polemik yang muncul di tengah duka juga menunjukkan betapa sensitifnya situasi saat publik masih berempati terhadap korban.
Terlepas dari segala perdebatan yang ada, harapan terbesar kini tertuju pada pemulihan kondisi korban serta evaluasi menyeluruh agar kejadian serupa tidak kembali terulang dan mengutamakan keselamatan pengguna transportasi umum.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini