SketsaNusantara.id - Tokoh muda Islam Habib Jafar menyampaikan doa dan keprihatinan mendalam atas tragedi kecelakaan kereta yang terjadi di kawasan Stasiun Bekasi Timur pada Senin malam, 27 April 2026. Peristiwa tersebut melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Cikarang Line, yang menyebabkan banyak korban jiwa dan luka-luka.
Melalui akun Instagram pribadinya, Habib Jafar, yang memiliki nama lengkap Husein Jafar Al Hadar, mengunggah pesan singkat berlatar hitam sebagai bentuk empati terhadap para korban.
Dalam unggahan tersebut, ia mengajak masyarakat untuk bersama-sama memanjatkan doa bagi para penumpang yang terdampak kecelakaan.
“Ya Allah, mari doakan kecelakaan kereta Stasiun Bekasi Timur,” tulisnya dalam unggahan yang dibagikan pada Selasa 28 April 2026.
Tak hanya itu, ia juga menambahkan doa agar para korban yang terdampak mendapatkan perlindungan dan keselamatan di tengah situasi yang penuh duka. Ajakan tersebut mendapat respons luas dari warganet yang turut menyampaikan doa dan simpati.
Berdasarkan data terbaru yang dihimpun dari pihak terkait, jumlah korban meninggal dunia akibat insiden ini mencapai 14 orang. Sementara itu, sebanyak 84 orang lainnya dilaporkan mengalami luka-luka dengan berbagai tingkat keparahan.
Seluruh korban telah dievakuasi ke sejumlah rumah sakit di wilayah Kota Bekasi untuk mendapatkan perawatan medis intensif. Salah satu fasilitas kesehatan yang menjadi pusat penanganan korban adalah RSUD Kota Bekasi.
Pihak RSUD Kota Bekasi dilaporkan menerima jumlah korban terbanyak dibandingkan rumah sakit lainnya. Hingga saat ini, tercatat sebanyak 50 korban luka dirawat di rumah sakit tersebut, sementara tiga korban meninggal dunia juga sempat dibawa ke lokasi yang sama.
Untuk mempermudah akses informasi bagi keluarga korban, pihak rumah sakit telah membuka posko khusus. Posko ini berfungsi sebagai pusat informasi terkait kondisi korban, termasuk data identitas dan perkembangan medis para pasien.
Kehadiran posko ini diharapkan dapat membantu keluarga yang masih mencari anggota keluarganya pascakejadian. Selain itu, langkah ini juga menjadi bagian dari upaya transparansi informasi di tengah situasi darurat.
Insiden tabrakan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Cikarang Line sendiri menjadi salah satu kecelakaan transportasi yang menyita perhatian publik dalam beberapa waktu terakhir. Selain karena jumlah korban yang cukup besar, kejadian ini juga memicu keprihatinan luas di masyarakat.