SketsaNusantara.id- Insiden kecelakaan kereta yang melibatkan Commuter Line (KRL) dan KA Argo Bromo di kawasan Stasiun Bekasi Timur memicu kepanikan dan kekhawatiran keluarga penumpang. Peristiwa yang terjadi pada Senin malam, 27 April 2026 itu mengakibatkan korban jiwa serta ratusan penumpang terdampak.
Pasca kejadian, banyak keluarga penumpang berupaya mencari informasi terkait keberadaan anggota keluarga mereka. Media sosial pun dipenuhi unggahan warganet yang berharap mendapatkan kabar terbaru mengenai korban kecelakaan tersebut.
Sejumlah pengguna platform X (dulu Twitter) terlihat membagikan ciri-ciri hingga nama anggota keluarga yang belum ditemukan. Mereka berharap ada pihak yang memberikan informasi terkait kondisi korban yang tengah menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit.
Salah satu unggahan menyebutkan pencarian terhadap anggota keluarga yang belum diketahui keberadaannya sejak kejadian berlangsung. Unggahan lain juga meminta bantuan publik untuk memperoleh informasi korban yang kemungkinan dirawat di fasilitas kesehatan sekitar lokasi kejadian.
Menanggapi situasi ini, pihak PT Kereta Api Indonesia (KAI) mengimbau masyarakat agar tidak hanya mengandalkan informasi dari media sosial. KAI telah menyediakan sejumlah jalur resmi yang dapat digunakan keluarga korban untuk memperoleh informasi akurat dan terkini.
Keluarga penumpang disarankan untuk langsung mendatangi posko yang telah disediakan di sekitar lokasi kejadian maupun di rumah sakit rujukan. Di posko tersebut, petugas akan membantu memberikan data terkait korban, termasuk proses evakuasi dan penanganan medis.
Selain itu, KAI juga membuka layanan hotline yang beroperasi selama 24 jam. Masyarakat dapat menghubungi layanan tersebut melalui WhatsApp di nomor 081122233121 atau Call Center 121 untuk mendapatkan informasi resmi.
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menyampaikan bahwa pihaknya terus melakukan pembaruan informasi secara berkala seiring dengan proses penanganan di lapangan.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf atas kejadian tersebut dan menegaskan bahwa fokus utama saat ini adalah keselamatan serta penanganan korban.
“Kami berupaya memastikan seluruh penumpang dan petugas mendapatkan penanganan terbaik. Koordinasi dengan berbagai pihak terus dilakukan,” ujarnya.
Berdasarkan laporan sementara, kecelakaan terjadi sekitar pukul 20.53 WIB. Diduga insiden bermula dari sebuah kendaraan taksi listrik yang mengalami mogok di perlintasan dekat stasiun. Kendaraan tersebut kemudian tertabrak KRL yang melintas, sehingga memicu gangguan pada jalur kereta.