SketsaNusantara.id - Insiden memilukan yang terjadi di kawasan Bendungan Hilir (Benhil), Tanah Abang, Jakarta Pusat pada 22 April lalu kini didalami kepolisian.
Kasus 2 ART yang nekat melompat dari lantai 4 sebuah rumah tinggal demi melarikan diri hingga salah satunya tewas ini mendapatkan perhatian sebab melibatkan anak dibawah umur.
Rupanya salah satu di antaranya D (18) yang diketahui masih berusia di bawah umur yang dinyatakan meninggal dunia.
Motif di balik aksi nekad 2 ART tersebut kini sudah dikonfirmasi kepolisian, seperti dikutip dari kanal YouTube tvOneNews.
"Yang melatarbelakangi ART ini melompat dari rumah adalah karena mereka sudah tidak kuat bekerja lagi dirumah tersebut sehingga nekad dia melarikan diri, melompat dari jendela," ungkap Kompol Rita Oktavia Shinta, Kasatreskrim Polrestabes Jakarta Pusat.
Terungkap pula bahwa ternyata 2 ART ini bekerja ditempat itu masih seminggu namun sudah terjadi tragedi maut.
"Mereka bekerja masih 1 Minggu, tetapi mereka sudah tidak betah karena merasa jam kerjanya melewati batas waktunya," imbuhnya.
Kasus ini diungkap Kompol Rita akan segera dilakukan gelar perkara agar segera masuk penyidikan.
Untuk itu terkait kasus yang tewaskan 1 orang meninggal dan 1 orang patah tulang ini, kepolisian telah memeriksa sebanyak 7 orang.
Kepolisian mengungkap bahwa mereka telah memeriksa pemilik kos, RT/RW setempat, serta penyalur ART 2 orang tersebut.
Dari penyalur ART diperoleh keterangan bahwa mereka sebetulnya mengetahui bahwa korban yang meninggal tersebut saat mendaftar masih dibawah umur.
Namun menurut keterangan penyalur, mereka akhirnya memberikan pekerjaan kepadanya sebab memaksa minta pekerjaan karena kebutuhan ekonomi.