news

Update Kasus ART Lompat dari Lantai 4 hingga Meninggal, Penyalur Terseret Libatkan Anak di Bawah Umur

Sabtu, 25 April 2026 | 17:30 WIB
Ilustrasi ART meninggal di Bendungan Hilir (alodoc.com)

SketsaNusantara.id - Insiden memilukan yang terjadi di kawasan Bendungan Hilir (Benhil), Tanah Abang, Jakarta Pusat pada 22 April lalu kini didalami kepolisian.

Kasus 2 ART yang nekat melompat dari lantai 4 sebuah rumah tinggal demi melarikan diri hingga salah satunya tewas ini mendapatkan perhatian sebab melibatkan anak dibawah umur.

Rupanya salah satu di antaranya D (18) yang diketahui masih berusia di bawah umur yang dinyatakan meninggal dunia.

Baca Juga: Ironi! UU PPRT Baru Disahkan, 2 ART di Bendungan Hilir Lompat dari Lantai 4 Diduga Karena Majikan Galak, Satu Orang Meninggal Dunia

Motif di balik aksi nekad 2 ART tersebut kini sudah dikonfirmasi kepolisian, seperti dikutip dari kanal YouTube tvOneNews.

"Yang melatarbelakangi ART ini melompat dari rumah adalah karena mereka sudah tidak kuat bekerja lagi dirumah tersebut sehingga nekad dia melarikan diri, melompat dari jendela," ungkap Kompol Rita Oktavia Shinta, Kasatreskrim Polrestabes Jakarta Pusat.

Terungkap pula bahwa ternyata 2 ART ini bekerja ditempat itu masih seminggu namun sudah terjadi tragedi maut.

Baca Juga: Fakta Baru Kasus Dugaan Korupsi Fadia A Rafiq, ART Diangkat Jadi Direktur hingga Sosok Selebgram Mehnaz yang Terima Dana Rp2 M

"Mereka bekerja masih 1 Minggu, tetapi mereka sudah tidak betah karena merasa jam kerjanya melewati batas waktunya," imbuhnya.

Kasus ini diungkap Kompol Rita akan segera dilakukan gelar perkara agar segera masuk penyidikan.

Untuk itu terkait kasus yang tewaskan 1 orang meninggal dan 1 orang patah tulang ini, kepolisian telah memeriksa sebanyak 7 orang.

Kepolisian mengungkap bahwa mereka telah memeriksa pemilik kos, RT/RW setempat, serta penyalur ART 2 orang tersebut.

Dari penyalur ART diperoleh keterangan bahwa mereka sebetulnya mengetahui bahwa korban yang meninggal tersebut saat mendaftar masih dibawah umur.

Namun menurut keterangan penyalur, mereka akhirnya memberikan pekerjaan kepadanya sebab memaksa minta pekerjaan karena kebutuhan ekonomi.

Halaman:

Tags

Terkini