Almarhum bertugas di Kompi C United Nations Position (UNP) 7-1 yang bermarkas di wilayah Adchit Al Qusayr, Lebanon Selatan.
Sebelum wafat, Rico sempat menyapa istri dan berinteraksi melalui Instagram. Beliau mulai bertugas di Lebanon sejak April 2025 dan dijadwalkan kembali ke Indonesia pada Mei 2026, namun takdir berkata lain.
Serangan di Lebanon Selatan membuat Rico terluka parah hingga mengalami koma. PBB mengupayakan pengobatan terbaik untuk pasukan perdamaian yang menjadi korban serangan zionis, hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia pada hari Jumat, 24 April 2026.
Dengan wafatnya Praka Rico, total prajurit TNI yang gugur dalam misi UNIFIL pada periode Maret-April 2026 menjadi 4 orang. Tiga prajurit lainnya adalah Praka Farizal Rhomadhon, Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar, dan Sertu Muhammad Nur Ikhwan.
Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri mengutuk keras serangan tersebut dan menyebutnya sebagai pelanggaran berat terhadap hukum internasional.
Pemerintah saat ini sedang memproses repatriasi jenazah almarhum untuk segera dipulangkan ke tanah air.
Atas jasa dan dedikasinya, Praka Rico Pramudia menjadi salah satu prajurit yang diusulkan untuk menerima penghargaan dan penghormatan militer setinggi-tingginya dari pemerintah Indonesia.
Sekjen PBB, Antonio Guterrez menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya Praka Rico Pramudia. Ia mengutuk serangan di Lebanon dan menegaskan untuk menjaga keselamatan serta keamanan pasukan penjaga perdamaian.
"Turut berduka cita atas meninggalnya seorang penjaga perdamaian Indonesia dari UNIFIL, setelah mengalami luka kritis dan dirawat Lebanon. Serangan terhadap penjaga perdamaian harus dihentikan. Semua serangan harus segera diselidiki," tegasnya.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini