news

5 Pernyataan Kampus Soal Lagu Erika yang Dinyanyikan Himpunan Mahasiswa Tambang ITB: Pihak Kampus Akui Lalai dan Hapus Video hingga Lakukan Evaluasi

Rabu, 15 April 2026 | 18:15 WIB
Ilustrasi penyebaran konten video orkes kegiatan HMT ITB yang menimbulkan keresahan publik karena menampilkan lagu yang liriknya melecehkan perempuan (Pexels/Nino Souza)

SketsaNusantara.id – Polemik lagu bertajuk "Erika" yang dinyanyikan Himpunan Mahasiswa Tambang (HMT) dari Institut Teknologi Bandung (ITB) terus menjadi sorotan publik.

Video penampilan Orkes Semi Dangdut (OSD) HMT ITB yang belakangan ini viral di media sosial menuai kritik karena liriknya dinilai vulgar dan mengandung unsur pelecehan seksual terhadap perempuan.

Menanggapi hal tersebut, HMT ITB akhirnya merilis pernyataan resmi sekaligus permintaan maaf kepada publik atas beredarnya konten video yang memicu keresahan publik.

Baca Juga: Kontroversi Lagu 'Erika' dari Himpunan Mahasiswa Tambang ITB yang Liriknya Dinilai Melecehkan Perempuan, Pihak Kampus Minta Maaf dan Lakukan Evaluasi

Berikut 5 poin pernyataan sikap pihak kampus sebagaimana dikutip SketsaNusantaraa.id dari pernyataan tertulis yang diunggah di laman resmi ITB pada hari Rabu, 15 April 2026.

1. Permintaan Maaf HMT ITB

Melalui pernyataan sikap resminya, pengurus HMT ITB menyampaikan permohonan maaf atas beredarnya video tersebut yang telah menimbulkan keresahan publik.

"Kami menyampaikan permintaan maaf. Kami sangat memahami dan menyadari sensitivitas isu ini dan menyampaikan keprihatinan serta empati kepada masyarakat, khususnya perempuan," tulisnya.

2. Beredarnya Lagu 'Erika' Dianggap Sebagai Kelalaian

Dalam klarifikasinya, HMT ITB menjelaskan bahwa lagu “Erika” merupakan lagu lama yang sudah ada sejak 1980-an dan berasal dinyanyikan dalam kegiatan Orkes Semi Dangdut (OSD) yang berdiri sejak tahun 1970-an.

Meski demikian, pihaknya mengakui bahwa tetap menampilkan lagu tersebut di masa sekarang sebagai sebuah kelalaian hingga membuat gaduh di media sosial.

"Kami menyadari bahwa merupakan sebuah kelalaian untuk tetap menampilkan lagu tersebut dengan perkembangan norma sosial dan kesusilaan di masyarakat dewasa ini," ujarnya.

3. Konten Lagu Viral Tak Sejalan dengan Nilai di Lingkungan Akademik

Dalam klarifikasinya, HMT ITB secara tegas menyatakan bahwa konten dalam penampilan tersebut tidak mencerminkan nilai-nilai yang seharusnya dijunjung tinggi di lingkungan akademik dan organisasi kemahasiswaan.

Halaman:

Tags

Terkini