Pembangunan jembatan dilakukan setelah kondisi akses menuju sekolah beberapa kali menjadi perhatian publik. Jembatan tersebut diharapkan menjadi solusi bagi siswa dan guru.
Lokasi pembangunan jembatan berada tidak jauh dari sekolah. Jaraknya sekitar 200 meter dari bibir sungai yang selama ini dilintasi.
Sebelumnya, dalam unggahan lain, terlihat kondisi sungai dengan arus cukup deras. Air berwarna cokelat dengan ketinggian mencapai lutut orang dewasa.
Dalam situasi tersebut, siswa harus menenteng sepatu dan tas saat menyeberang. Mereka berjalan perlahan agar tidak tergelincir atau terbawa arus.
Kondisi ini juga membuat proses belajar menjadi tidak tenang saat hujan turun. Kekhawatiran akan naiknya debit air sungai selalu muncul.
Unggahan video tersebut mendapat ribuan komentar dari warganet. Banyak di antaranya menyampaikan dukungan kepada siswa dan guru.
Sampai saat ini, video tersebut masih terus beredar di media sosial. Perhatian publik terhadap kondisi akses pendidikan di daerah terpencil pun kembali meningkat.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!