SketsaNusantara.id - Sebuah video yang memperlihatkan perjuangan siswa sekolah dasar di daerah terpencil kembali menjadi perhatian publik. Rekaman tersebut menunjukkan aktivitas pulang sekolah yang tidak biasa saat hujan turun deras.
Video yang diunggah melalui akun Instagram @najib_nadir memperlihatkan siswa SD Negeri Terpencil Bainaa Barat, Kecamatan Tinombo, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah. Mereka terlihat bergegas pulang sebelum kondisi sungai berubah berbahaya.
Situasi tersebut bukan tanpa alasan. Sungai yang menjadi akses utama menuju sekolah berpotensi meluap ketika hujan turun. Kondisi ini membuat siswa harus berpacu dengan waktu agar bisa menyeberang dengan aman.
Baca Juga: Video Siswa SD Terpencil Berebut Alat Tulis Viral, Guru Bagikan Buku dan Pulpen untuk Sekolah
Dalam video tersebut, para siswa tampak berlari di jalan kecil yang berada di tengah kebun. Mereka bergerak cepat menuju sungai yang harus dilalui untuk kembali ke rumah masing-masing.
“Mereka anak-anak hebat. Pak guru jadi saksi kalau mereka anak-anak hebat,” tulis pengunggah dalam video tersebut.
Setibanya di tepi sungai, para siswa kemudian turun untuk menyeberang. Air sungai yang mengalir deras membuat mereka harus berhati-hati dalam setiap langkah.
Guru yang merekam video tersebut terdengar memberikan arahan kepada siswa. Ia mengingatkan mereka untuk segera menyeberang sebelum air sungai semakin tinggi akibat hujan.
Para siswa terlihat saling bergandengan saat berada di dalam sungai. Cara ini dilakukan untuk menjaga keseimbangan agar tidak terbawa arus.
Kondisi hujan membuat pakaian guru dan siswa basah kuyup. Selain karena guyuran hujan, mereka juga harus melewati sungai yang menjadi jalur utama.
Video tersebut telah ditonton lebih dari 11 juta kali di media sosial. Jumlah penayangan terus meningkat sejak pertama kali diunggah.
Melalui kolom komentar, pengunggah juga memberikan informasi terbaru terkait akses menuju sekolah. Ia menyampaikan bahwa pembangunan jembatan di lokasi tersebut sudah dimulai.
“Alhamdulillah jembatan untuk siswa kami sudah dibangun,” tulisnya dalam unggahan lain.
Artikel Terkait
Uang Pribadi Hilang, Guru SD di Jember Geledah 6 Siswa, Berujung Bakal Dilaporkan ke Dinas Pendidikan, Ternyata Karena...
Orang Tua Salah Satu Siswa SD di Jember Spill Menu MBG, Netizen Soroti Anggarannya: dari yang Rp15 Ribu Jadi...
Siapa Ketua BEM UGM? Ini Profil Tiyo Ardianto yang Mengaku Diteror Usai Kirim Surat ke UNICEF Suarakan Tragedi Kematian Siswa SD di NTT
Alarm Kritik! Ketua BEM UGM Diteror hingga Dapat Ancaman Penculikan Usai Kritik Pemerintah saat Suarakan Tragedi Bocah SD di NTT