news

Penulis Ika Natassa Kritik Wacana 'War Tiket' Haji, Netizen Soroti Respons Wamenhaj Dahnil Anzar Soal Salah Penyebutan

Minggu, 12 April 2026 | 07:30 WIB
Wamen Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak (Instagram/@dahnil_anzar_simanjuntak)

 

SketsaNusantara.id - Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak menanggapi kritik yang disampaikan penulis Ika Natassa terkait wacana ‘War Tiket’ untuk pemberangkatan haji.

Seperti yang diketahui, Kementerian Haji dan Umrah sempat melontarkan wacana penerapan mekanisme ‘War Tiket’ atau sistem daftar langsung tanpa antrean panjang untuk pemberangkatan haji.

Rencana tersebut merupakan salah satu usulan dalam mengatasi masalah antrean haji yang terjadi saat ini.

Baca Juga: Haji Furoda 2026 Ditiadakan, Kemenhaj Tegaskan Tidak Ada Visa dari Arab Saudi dan Waspadai Penipuan

“Kita sedang berpikir bagaimana supaya nggak mengantre, itu kayak model war tiket, istilahnya,” ujar Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak saat ditanya awak media.

Saat ini, Kementerian Haji dan Umrah tengah mengkaji usulan tersebut.

Usulan ini pun menuai kontroversi hingga disorot sejumlah pihak, salah satunya penulis Ika Natassa.

Baca Juga: Atasi Persoalan Antrean Panjang, Wacana Kementerian soal Sistem 'War Tiket' Haji Tuai Kritik, Dinilai Tak Adil hingga Berpotensi Timbul Masalah Baru

Lewat akun X pribadinya, penulis yang beberapa karyanya diangkat menjadi film ini menilai rencana penerapan ‘War Tiket’ tersebut masih belum matang.

“Gimana ini @dahnilanzar? Idenya mungkin terlihat bagus di atas kertas, tapi banyak bolongnya,” tanya Ika Natassa kepada Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak.

Penulis buku 7 Eleven ini menuntut kejelasan dari mekanisme rencana tersebut hingga menyoroti kelompok masyarakat Indonesia yang masih terbatas dalam mengakses internet.

Baca Juga: Kasus Kuota Haji Memanas, Dewas KPK Selidiki Aduan soal Status Tahanan Yaqut Cholil Qoumas

“Akses untuk bisa war kuota ini bagaimana? Sudah dipikirkan mekanismenya yang adil buat semua lapisan masyarakat termasuk yang sulit akses internet?” tanya Ika lagi.

Halaman:

Tags

Terkini