“Tapi, ketika pelajaran sudah mulai, maka kelas 3 belajar di luar dan kelas 2 di dalam kelas,” lanjut perekam video.
Saat cuaca mendukung, siswa kelas 3 belajar di luar ruangan. Mereka baru masuk ke dalam kelas setelah siswa lain selesai belajar.
SDN Tando sendiri dibangun pada tahun 2014. Saat ini, sekolah tersebut memiliki sekitar 68 siswa dari berbagai tingkat kelas.
Kondisi yang terlihat dalam video tersebut memicu berbagai reaksi dari masyarakat. Banyak warganet menyoroti kesenjangan fasilitas pendidikan.
Komentar bermunculan di media sosial. Sebagian menyoroti kondisi infrastruktur yang dinilai belum merata.
Sementara itu, ada juga yang menyampaikan bahwa pembangunan masih berlangsung di berbagai daerah. Perhatian terhadap sektor pendidikan menjadi salah satu isu yang disorot.
Video tersebut terus beredar dan menjadi perhatian luas. Hingga kini, kondisi yang ditampilkan masih menjadi perbincangan publik di media sosial.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!